17 April 2020, 21:10 WIB

Moeldoko: Kasus Penembakan Dua Warga Timika Akan Diproses Hukum


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum

DUA warga sipil harus meregang nyawa di Mile 34, area tambang PT Freeport Indonesia, Kabupaten Mimika, Papua, Senin (13/4). Aparat keamanan gabungan TNI-Polri diduga menembak keduanya lantaran mengira keduanya merupakan anggota kelompok separatis bersenjata.

Warga bernama Roni Wandik (23) dan Eden Armando Debari (20), tewas tertembak saat keduanya hendak memancing di Timika. Diduga, penembakan ini dilakukan oleh aparat keamanan. Keduanya menjadi korban salah tembak oleh aparat TNI Satgas YR 712 dan YR 900 saat melakukan operasi penindakan terhadap KKB di Mile 34, area PTFI, Timika, Senin (13/4).

Padahal, kedua pemuda itu sedang mencari ikan dengan cara menyelam dengan membawa tombak atau panah di sebuah kali di sekitar Mile 34.

Pihak Pemerintah pun terus melakukan pelbagai upaya penegakan hukum dan investigasi atas peristiwa tersebut.

“Sangat disayangkan, di tengah penanganan wabah korona, terjadi insiden hingga menimbulkan korban rakyat sipil, ” ujar Kepala Staf Kepresidenan RI, Dr. Moeldoko di Bina Graha, Jumat (17/2).

Moeldoko meminta semua pihak di Papua menahan diri dengan tidak melakukan hal-hal yang memperkeruh suasana. Semua pihak diharapkan lebih memfokuskan pada kerja-kerja menjaga perdamaian, pembangunan kesejahteraan, dan mengatasi penyebaran korona di Papua. Pemerintah Pusat juga melakukan berbagai upaya untuk menekan angka penyebaran korona di Papua.

Moeldoko mengatakan Pemerintah tidak mengharapkan terjadinya peristiwa kekerasan di Papua.

“Penugasan TNI dan Polri di Papua ialah dalam rangka mengawal kedaulatan negara, khususnya mencermati aktifnya kembali Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB),” tuturnya.

Selain itu, aparat bertugas memelihara ketertiban dan keamanan masyarakat dari berbagai gangguan. Oleh karena itu, pemerintah akan melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki situasi yang terjadi di Papua.

Seperti diketahui, selain adanya salah tembak aparat kepada warga, terjadi dua insiden lainnya yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Peristiwa pertama, terjadinya penembakan tiga karyawan PT Freeport Indonesia oleh KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) di Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, pukul 13.50 WIT, Senin (30/3).

Korban tewas merupakan warga negara asing asal Selandia Baru Graeme Weal (57). Adapun korban lainnya, yakni Jibril MA Bahar (49) dan Ucok Simanungkalit (52).

Peristiwa kedua terjadi adanya pertikaian antara anggota Polri dan TNI yang menyebabkan tiga anggota Polri meninggal.

Kejadian tersebut terjadi di Kabupaten Mamberamo Raya, Minggu, (12/4). Sebanyak tiga anggota polri meninggal dunia dan dua mengalami luka tembak. Korban meninggal, yakni Briptu Marcelino Rumaikewi, Bripda Yosias Dibangga, dan Briptu Alexander Ndun.

Ketiganya anggota Polres Mamberamo Raya. Sementara yang mengalami luka-luka yaitu Bripka Alva Titaley anggotaReskrim Polsek Mamteng, dan Brigpol Robert Marien anggota SPKT. (OL-4)

BERITA TERKAIT