16 April 2020, 08:45 WIB

Lockdown Diperpanjang, Nasib GP Belgia tidak Jelas


Antara | Olahraga

NASIB Grand Prix Formula 1 di Belgia dalam tanda tanya sebagai imbas pandemi covid-19 setelah pemerintah negara tersebut memperpanjang aturan larangan perkumpulan dengan jumlah massa besar hingga akhir Agustus.

Balapan di sirkuit Spa-Francorchamps itu seharusnya digelar pada 30 Agustus.

Perdana Menteri Belgia Sophie Wilmes, dalam konferensi pers, Rabu (15/4), menyatakan pemerintah Belgia dan para pakar ekonomi serta kesehatan akan bertemu pekan depan untuk mengatur program pengembalian bertahap menuju keadaan normal mulai awal Mei.

Baca juga: Vertappen Tiga Kali Naik Podium di Virtual Supercar Series

"Sirkuit harus menunggu komunikasi selanjutnya dari Dewan Keamanan Nasional," demikian pernyataan otoritas sirkuit Spa.

Direktur komersial Grand Prix Belgia Stijn de Boever, kepada motorsport.com, menyatakan, dalam beberapa hari ke depan, mereka akan mengajukan pertanyaan dan mempertimbangkan opsi yang ada.

"Opsinya kalian juga tahu, tanggal berbeda atau ajang tertutup. Bahkan tanpa penonton. Kami akan mendapati banyak orang di lokasi untuk menggelar ajang itu. Apa itu mass event? Apakah berarti 500, 3.000, atau 5,000 orang?" kata de Boever.

"Yang jelas, bagi saya, Formula 1 tidak akan digelar sesuai jadwal dengan jumlah orang yang banyak," lanjutnya.

Sebanyak tujuh balapan yang ada di kalender Formula 1 tahun ini telah tertunda, sedangkan dua lainnya, Melbourne dan Monako, dibatalkan.

Spa adalah sirkuit terpanjang di Formula 1 dengan layout 7,004 km yang menarik 251.864 penonton selama tiga hari penyelenggaraan pekan balapan tahun lalu.

Seri selanjutnya, di Prancis pada 28 Juni, belum dinyatakan batal tapi kemungkinan juga tidak akan bisa sesuai jadwal karena negara itu memperpanjang larangan menggelar keramaian di publik hingga pertengahan Juni.

Bahkan Tour de France, yang sedianya digelar mulai 27 Juni di Nice, tidak akan start hingga akhir Agustus nanti. (OL-1)

BERITA TERKAIT