15 April 2020, 14:25 WIB

Kasus Korupsi Jiwasraya, Kejagung Kembali Periksa Tiga Saksi


Rifaldi Putra Irianto | Politik dan Hukum

KEJAKSAAN Agung (Kejagung) kembali memeriksa tiga orang saksi terkait penyidikan kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero)

"Kemarin (14/4), Tim Jaksa Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, kembali melakukan pemeriksaan tiga orang saksi yang terkait perkara tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi Jiwasraya," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono, dalam keterangan resmi, Rabu (15/4).

Baca juga: Luhut Minta Pelaku Dugaan Korupsi Jiwasraya Dimiskinkan

Lebih lanjut, dia menjelaskan saksi yang diperiksa ialah Yenni alias Sri Handayani dan Novita Sari. Pemeriksaan terkait dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tersangka Benny Tjokrosaputro selaku Komisaris PT Hanson International Tbk.

"Sedangkan saksi lainnya, Daniel Marathon, diperiksa terkait  TPPU dengan tersangka Heru Hidayat (Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk), sebagai tindak pidana ikutan dari tindak pidana pokoknya (predicate crime). Itu terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi Jiwasraya," paparnya.

Meski penyebaran covid-19 di Indonesia masih terjadi, namun Kejagung tetap berusaha melakukan penegakan hukum. Hari mengungkapkan pemeriksaan ketiga saksi dilakukan dengan memperhatikan protokal kesehatan terkait pencegahan covid-19.

Baca juga: Kerugian Negara akibat Kasus Jiwasraya Capai Rp16,8 Triliun

"Pemeriksaan para saksi memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan covid 19, yaitu dilakukan dengan tanya jawab tertulis dan kemudian dituangkan ke dalam BAP. Pemeriksaan tetap memperhatikan jarak aman antara saksi dan penyidik, serta mengenakan masker," kata Hari.

Sebelumnya, Kejagung menetapkan enam tersangka kasus dugaan korupsi Jiwasraya. Rinciannya, Benny Tjokrosaputro, Heru Hidayat, mantan Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo dan Direktur Utama PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto.(OL-11)

BERITA TERKAIT