15 April 2020, 12:28 WIB

Crew Change Hulu Migas Tetap Berjalan di Tengah Pandemi


mediaindonesia.com | Ekonomi

SATUAN Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama para kepala daerah berhasil mengawal mobilisasi pekerja hulu migas di sejumlah wilayah kerja.

Dengan begitu, kegiatan crew change di daerah operasi yang menerapkan pembatasan pergerakan tetap dapat dilaksanakan. Sebagai contoh, mobilisasi crew change di Kota Sorong, Papua Barat, yang berjalan sesuai jadwal di tengah pembatasan untuk mencegah penyebaran covid-19.

“Kami berterima kasih kepada Wali Kota Sorong yang bekerja sama dengan kami, membuka Bandara Domine Eduard Osok (DEO). Sehingga, crew change dan pergerakan barang yang dibutuhkan industri hulu migas di Sorong, tetap dapat dilaksanakan,” ujar Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, dalam keterangan resmi, Rabu (15/4).

Baca juga: Hadapi Covid-19, SKK Migas Optimalkan Teknologi

Pernyataan Dwi merespons keputusan Wali Kota Sorong yang membuka Bandara DEO di Sorong pada Selasa (14/4)  lalu. Dengan begitu, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di Papua Barat dapat melakukan pergerakan.

“Tadi kami melapor kepada Kepala SKK Migas bahwa crew change Pertamina EP, Petrogas dan JOB Pertamina-PetroChina Salawati di Bandara DEO akhirnya berjalan lancer. Walau melalui prosedur yang cukup ketat, namun seluruh pekerja sudah sampai di lapangan dengan selamat,” tambah Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Sulistya Hastuti Wahyu.

Sebelumnya, crew change dari BP Tangguh juga berjalan dengan baik dan lancar. Sulistya berharap prosedur yang sudah baik dapat tetap dilaksanakan untuk menjaga keberlangsungan kegiatan di sektor hulu migas.

Pada awal April, Kepala SKK Migas mengirimkan surat kepada para gubernur di wilayah kerja migas. Hal itu untuk mendapatkan dukungan agar operasi produksi di sektor hulu migas selama pandemi covid-19 tetap berjalan. Dukungan yang dibutuhkan ialah pemberian izin bagi pekerja KKKS memasuki wilayah operasinya masing-masing, serta kemudahan terkait perizinan daerah yang sudah diterbitkan.

Baca juga: Ada Pemangkasan Produksi, Harga Minyak Global Masih Bervariasi

“Bantuan mereka luar biasa. Sejauh ini permohonan kami untuk mendukung mobilisasi personel hulu migas dapat dilaksanakan,” pungkasnya.

Permohonan SKK Migas kepada gubernur berikut kementerian teknis mengingat KKKS selalu menerapkan standar kesehatan dan keselamatan kerja tinggi. ”Ini adalah karakteristik khusus industri hulu migas, yaitu risiko tinggi, investasi besar dan membutuhkan teknologi khusus,” lanjut Dwi.

KKKS juga telah melakukan perubahan jadwal kerja lapangan menjadi 21:21 (tiga minggu) atau 28:28 (empat minggu). Berikut, pengaturan jadwal kerja lain sesuai kondisi lapangan dengan tetap berpedoman pada aturan yang berlaku. Perubahan jadwal akan memberikan kesempatan yang cukup bagi pekerja untuk melakukan karantina mandiri di tengah pandemi.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT