14 April 2020, 21:46 WIB

Bekali Prajurit , Seskoau Gelar Webinar Soal Perbatasan Negara


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

Di tengah situasi pandemi virus korona covid-19, Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Udara (Seskoau) menggelar web seminar (webinar) internasional bertemakan Sinergitas Pengamanan Wilayah Perbatasan.

Webinar yang berlangsung 14-15 April itu diikuti oleh Pasis Seskoau Angkatan 57, Sesau Angkatan 13, serta perwakilan sejumlah Perguruan Tinggi, Lembaga Penelitian dan beberapa Atase Pertahanan/Militer negara asing di Indonesia. Webinar dilangsungkan dari Gedung Widya Mandala , Kampus Seskoau

Komandan Seskoau Marsda Henri Alfiandi berharap webinar itu mampu memberikan wawasan kepada para siswa sebagai Perwira calon pemimpin TNI masa depan. 

Untuk itu, para siswa harus mampu memberikan kontribusi kepada satuan TNI dan negara dalam memecahkan suatu masalah pertahanan, khususnya berkaitan dengan pengelolaan pengamanan wilayah perbatasan berbasis teknologi.

“Indonesia memiliki perbatasan baik darat, laut dan udara yang cukup komplek permasalahannya dan saat ini dihadapkan adanya pandemi virus korona, sementara pengamanan perbatasan harus tetap berjalan maksimal guna tetap terjaganya kedaulatan NKRI,” ujarnya.

Di sisi lain, Henri menambahkan, fenomena lain yang menjadi persoalan dan harus diwaspadai yakni kejahatan transnasional yang memanfaatkan kelemahan pengamanan dan pegawasan perbatasan. Hal itu adalah sebuah tantangan bagi institusi yang memiliki tanggung jawab terhadap pengamanan wilayah perbatasan termasuk TNI.

Baca juga : Polda Malut dan Korem 152 Babullah Bantu Warga Terdampak Covid-19

"Kondisi riil sekarang, kita masih perlu meningkatkan sinergitas. Karenanya, dengan menyatupadukan kekuatan dan sumber daya yang dimiliki, dengan didukung teknologi informasi dan pesawat tanpa awak atau drone, kita optimis bisa mengamankan dan menyelamatkan kekayaan sumber daya alam Indonesia yang sangat luar biasa,” terangnya.

Sementara itu, peserta seminar dan juga salah satu perumus naskah seminar, Mayor Lek Rozikin mengatakan kegiatan seminar internasional merupakan salah satu sarana melatih Perwira dalam memecahkan suatu permasalahan berskala nasional, sehingga mampu menjalankan tanggung jawab sebagai Perwira TNI AU yang menjunjung Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.

“Menjadi prajurit Angkatan Udara harus memiliki jiwa militan, inovatif dan profesional. Untuk itu sangat penting bagi para Pasis belajar dari para narasumber baik dari Jepang dan Malaysia maupun narasumber dari dalam negeri, dan sebagai seorang prajurit yang militan, meskipun dalam situasi pandemi Corona para Pasis tidak boleh turun semangat memanfaatkan event seminar ini untuk menggali ilmu,” tuturnya.

Para Pasis Seskoau sebagai generasi milenial penerus kepemimpinan TNI yang modern dituntut mengedepankan profesionalisme dalam bersinergi dengan instansi atau institusi lain guna mengamankan wilayah perbatasan negara.

“Berikan masukan dan saran membangun kepada stakeholder pengamanan perbatasan supaya mulai percaya menggunakan dan memanfaatkan teknologi produk dalam negeri seperti perangkat komunikasi dan drone untuk menjawab sejumlah persoalan pengawasan dan pengamanan perbatasan. Dengan begitu persoalan dapat diminimalisir sekaligus memajukan industri dalam negeri Indonesia,” pungkasnya.

Seminar internasional menghadirkan narasumber antara lain Kepala Staf TNI AU Marsekal Yuyu Sutisna, Josaphat Tetuko Sri Sumantyo dari Chiba University Japan), Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dinno Patti Djalal (Mantan Wamenlu), Mantan Kasau Chappy Hakim, dan Kepala BSSN Hinsa Siburian. (OL-7)

BERITA TERKAIT