14 April 2020, 14:36 WIB

​​​​​​​Kemenperin Pastikan Operasional Industri Berjalan Normal


M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

KEMENTERIAN Perindustrian (Kemenperin) memastikan kegiatan operasional sektor industri dapat berjalan beriringan dengan upaya pencegahan penyebaran covid-19.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan jalannya kegiatan industri merupakan hal yang penting agar rantai pasokan dan ketersediaan bahan baku dapat tetap berjalan dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kami sangat memahami masalah yang dihadapi berbagai daerah khususnya yang telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menangani covid-19. Terdapat semangat yang sama antara pemerintah pusat dan daerah, yaitu berupaya untuk memastikan kegiatan ekonomi tetap berjalan," kata Agus melalui keterangan tertulisnya, Selasa (14/4).

Selain itu juga harus memperhatikan protokol kesehatan untuk mengendalikan mata rantai covid-19 sehingga dapat dihilangkan.

Untuk memperhatikan protokol kesehatan Kemenperin menggunakan sistem online untuk tetap bekerja, salah satunya menindaklanjuti pemberian izin operasional industri.

Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Industri dan kawasan industri dapat beroperasi dengan izin Kementerian Perindustrian dengan tetap menjalankan protokol Kesehatan.

“Perizinan kami lakukan online melalui Sistem Informasi dan Industri Nasional (SIINAS) dan kami pastikan izin dapat keluar kurang dari 15 menit,” ujar Agus.

Baca juga: BI Laporkan Penurunan Kinerja Industri

Agus mengatakan terdapat tiga kategori industri yang terdampak wabah covid-19. Pertama yang terdampak berat atau mengalami hard hit, dampak menengah, dan ada juga industri yang saat ini memiliki demand yang tinggi seperti industri alat Kesehatan, farmasi, dan lainnya.

"Sebelum wabah covid-19 merebak di Indonesia, sektor manufaktur merupakan industri yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB di Indonesia yaitu sekitar 18%. Bahkan, sektor manufaktur menjadi backbone perekonomian nasional. Namun, dalam kondisi saat ini, manufaktur menjadi salah satu sektor yang cukup terdampak," ungkapnya.

Melihat kondisi yang beragam, menurutnya pemerintah pusat dan daerah perlu memberikan perhatian dan kebijakan yang berbeda untuk setiap industri yang terdampak. Misalnya kategori industri yang saat ini memiliki demand tinggi, perlu dikawal agar mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam dan luar negeri.

Walaupun saat ini sektor industri sedang menghadapi masa-masa yang sulit, kondisi saat ini merupakan momentum yang tepat bagi sektor industri untuk bersama-sama bangkit. Merujuk paparan IMF, Indonesia merupakan salah satu negara yang perekonomiannya diprediksi mampu tumbuh positif pascawabah Covid-19.

“Kebangkitan sektor industri nasional dapat tercapai apabila perumusan kebijakan dilakukan secara tepat dan terukur saat wabah ini terjadi,” pungkasnya. (A-2)

 

 

BERITA TERKAIT