12 April 2020, 13:09 WIB

GKSI Jatim Genjot Produksi Susu Segar


Bagus Suryo | Nusantara

GABUNGAN Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jawa Timur terus menggenjot produksi susu segar di tengah wabah virus korona baru (covid-19). Sejauh ini, produksi susu segar masih terjaga dan belum terdampak wabah virus korona.

"Alhamdulillah sementara ini produksi susu segar belum ada perubahan," tegas Ketua GKSI Jatim Sulistyanto, Minggu (12/4).

Ia menjelaskan total sapi perah di Jatim sekitar 200.000 ekor mampu memproduksi susu segar mencapai 1.300 ton per hari. Sedangkan anggota GKSI Jatim memiliki 198.000 ekor sapi perah. Sejauh ini, lanjutnya, Industri Pengolahan Susu (IPS) dan koperasi menyerap seluruh susu segar yang diproduksi para peternak sapi perah. Harga susu segar pun stabil Rp6.200 per liter sampai Rp6.300 per liter.

"Peternak rutin mengirimkan susu segar ke koperasi untuk selanjutnya diserap IPS rata-rata 700 ton per hari. Sebagian susu juga dikirim ke Jawa Barat," tuturnya.

Kendati pada periode Maret hingga Agustus tiap tahunnya ada penurunan produksi, hal itu bukan berarti terdampak wabah korona. 

"Biasanya pada Maret, produksi susu turun karena bersamaan dengan bulan kelahiran sapi. Memasuki September, produksi naik lagi," imbuhnya. 

Ia mengungkapkan pengiriman susu pun lancar, demikian juga ketersediaan pakan konsentrat dan hijauan. Sebelumnya, ia sempat ketar-ketir bakal kesulitan pakan dan pengiriman susu menyusul penerapan social dan physical distancing termasuk Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sebab ada bahan pakan yang harus didatangkan dari luar Malang dan Pasuruan.

"Sejauh ini peternak tidak kesulitan pakan konsentrat dan hijauan. Kalau misalnya ada lockdown atau PSBB kami khawatir. Sebab ada bahan baku yang didatangkan dari luar daerah. Jangan sampai pengiriman susu dan bahan pakan ternak terjadi pemblokiran," katanya.

Saat ini, para peternak tetap menjaga kebersihan kandang, menyemprotkan disinfektan, mengenakan sarung tangan dan masker. Bahkan pakaian saat memerah susu dan kirim susu ke koperasi harus ganti baju. Meskipun ada peternak yang mengeluh karena lebih sering mencuci pakaian, tetapi upaya itu untuk kebaikan bersama di tengah wabah covid-19. Ternyata, para peternak memiliki kesadaran tinggi menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

"Peternak sudah menerapkan kebersihan dan memiliki kesadaran tinggi menjaga kesehatan diri dan hewan ternak di tengah wabah korona," pungkasnya. 

Para peternak pun secara swadaya melindungi diri mereka dengan mengenakan masker, menyemprot kandang dengan disinfektan dan menyediakan hand sanitizer. Faktanya kini kandang-kandang sapi perah lebih bersih.

baca juga: Produktivitas Gabah Kering Giling di Cianjur 6,1 Ton per Ha

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, Nurcahyo mengatakan produksi susu segar masih stabil.

"Produksi susu sapi perah sampai dengan akhir bulan Maret 2020 sebanyak 13.314 ton. Para peternak dan serapan susu sampai dengan saat ini dengan adanya wabah covid-19 tidak berdampak karena masih stabil," katanya.(OL-3) 

BERITA TERKAIT