10 April 2020, 19:50 WIB

Masuk Kota Solo, Pemudik Langsung Masuk Karantina


Widjajadi | Nusantara

GUGUS Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 (GT-PCC) Kota Solo tidak lagi memberikan pilihan terhadap perantau yang mudik ke Solo. Semua yang datang ke Kota Solo akan langsung menjalani karantina selama 14 hari di Graha Wisata Niaga, Sriwedari.

"Tidak ada lagi opsi karantina di rumah seperti beberapa hari lalu.  Begitu perantau menginjakkan kaki di Solo, akan langsung dibawa ke gedung karantina Graha Wisata Niaga Sriwedari," kata Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Jumat (10/4).

Menurut Rudy, siapapun apakah itu perantau warga biasa atau pejabat negara, jika datang ke Solo di tengah pandemi Covid-19, tetap harus melewati pemeriksaan screening di Posko Covid Sriwedari dan akan dikarantina selama 14 hari.

Selama dua hari sejak GT-PCC Kota Solo menegasi sikapnya, ada 33 perantau yang diisolasi di Graha Wisata Niaga. Ketika petugas GT PCC menjemput perantau yang turun di Terminal Tirtonadi maupun stasiun kereta api,ada 70 orang. Namun ketika di periksa, lebih dari separuh teenyata bukan warga kota, sehingga dilepas.

"Lebih dari separuh ternyata warga Sukoharjo, Boyolali, Sragen, dan Karanganyar. Karena itu dilepas. Hanya warga Solo yang dimasukkan berjumlah 21 orang. Digabungkan dengan hari ini (Jumat,10/4) menjadi 33 orang," tegas Wali Kota.

Saat ini, total ada 38 orang yang menjalani karantina. "Di Ndalem Joyokusuman ada 5 orang yang menjalani karantina. Sehingga total jika digabungkan ada 38 orang," tegas Kepala BPBD Solo, Eko Prajudhya.

Dipaparkan Eko, para pemudik yang menjalani karantina tersebut sebagian besar pulang mudik dari wilayah zona merah penularan virus korona. Yang jelas mereka yang masuk ke Graha Wisata dan Ndalem Joyokusuman diambil sampel darah, untuk diketahui kondisi atau riwayat penyakit yang diderita. (R-1)

BERITA TERKAIT