10 April 2020, 18:23 WIB

Ditjen PAS: Asimilasi Akibat Covid-19 Tidak Gagal


Emir Chairullah | Nusantara

DIREKTORAT Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM mengakui adanya kemungkinan narapidana yang baru saja dibebaskan mengulangi perbuatan kriminalnya. Namun demikian, menurut Kepala Humas Ditjen Pas Rika Apriyanti, apa yang dilakukan sejumlah mantan narapidana tidak serta merta menyebabkan kegagalan program asimilasi yang dilakukan pemerintah.

“Yang dibebaskan kan ada 30 ribu narapidana. Masak hanya karena segelintir orang yang mengulangi kejahatannya, lantas dibilang program asimilasinya gagal,” katanya ketika dihubungi, Jumat.

Sebelumnya, sejumlah mantan narapidana yang baru saja menghirup udara bebas kembali meringkuk di balik jeruji besi. Salah satunya adalah Rudi Hartono, seorang narapidana di Wajo, Sulsel karena kedapatan mencuri.

Rika mengakui adanya kemungkinan error dalam proses asimilasi yang dilakukan untuk menghindari penyebaran virus covid-19 di lingkungan lembaga pemasyarakatan tersebut. Namun, tambahnya, pemerintah sudah berusaha optimal untuk membuat program agar para narapidana ini tidak mengulangi kejahatannya. “Apalagi ketika dibebaskan, mereka tetap dibimbing di balai pemasyarakatan,” ujarnya.

Selain itu, tambah Rika, para mantan narapidana yang mendapat asimilasi tetap didata lokasi tinggalnya. “Kita pun juga berharap keluarga mereka juga memberikan perlindungan kepada mantan napi ini,” ujarnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT