10 April 2020, 18:07 WIB

Barang Melimpah, Pedagang Pasar Garut Keluhkah Sepi Pembeli


Antara | Nusantara

SEJUMLAH pedagang sayuran di Pasar Induk Ciawitali, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengeluhkan kondisi pasar yang sepi pembeli, sementara pasokan barang cukup melimpah bahkan tidak terjual hingga akhirnya membusuk sejak darurat penyebaran wabah Covid-19 di Garut.

"Lihat saja kondisi pasar sekarang sepi, tidak ada pembeli karena korona," kata Undang penjual sayuran di Pasar Induk Ciawitali, Garut, Jumat (10/4).

Ia menuturkan, sejak munculnya kabar penyebaran wabah Covid-19, kemudian diberlakukannya larangan warga keluar rumah menyebabkan aktivitas pasar menjadi sepi, dampaknya tidak ada pembeli.

Sedangkan pasokan barang berbagai jenis sayuran maupun rempah-rempah dari berbagai daerah, kata dia, cukup banyak, bahkan sebagian terpaksa harus ditolak karena khawatir tidak terjual.

"Jadi daya belinya sekarang lemah, barang tidak susah justru banyak, tapi pembelinya tidak ada," katanya.

Ia menyebutkan, jenis barang yang cukup melimpah yakni berbagai jenis sayuran, termasuk berbagai jenis bawang, cabai, bahkan jahe dari petani lokal Garut sangat banyak.

Sebagian barang yang dipasok petani, lanjut dia, terpaksa tidak semuanya dibeli untuk meminimalisasi kerugian selama kondisi pasar sepi pembeli.

"Contohnya jahe, sekarang stoknya banyak, bahkan ditolak pasokannya, karena terlalu banyak, kalau dibeli semua nanti bisa busuk, ini saja sebagian sudah busuk," katanya.

Penjual sayuran lainnya, Tatang mengatakan sama, sejak munculnya wabah Covid-19, jumlah pembeli menurun drastis, bahkan orang yang berbelanja hanya membeli barang dengan jumlah sedikit.

Biasanya, kata dia, setiap pagi situasi pasar sudah ramai oleh pembeli untuk berbelanja memenuhi kebutuhan restoran besar, maupun rumah makan dan pedagang eceran lainnya. "Biasanya kalau pagi-pagi itu sudah ramai oleh pembeli untuk restoran, rumah makan, tapi sekarang sepi, yang beli paling untuk kebutuhan rumah tangga," katanya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Warga Pasar (Iwapa) Pasar Ciawitali, Iyen Abdul Malik menambahkan, kondisi pasar tradisional di Garut memang sedang minim pembeli karena banyak masyarakat yang takut keluar rumah sejak munculnya wabah Covid-19.

"Pedagang saat ini juga berkurang, pengunjung juga berkurang, karena adanya wabah corona ini," kata Iyen.

Ia menuturkan, Pasar Ciawitali merupakan pasar tradisional yang cukup besar di Kabupaten Garut dengan menjual berbagai jenis produk pangan dari berbagai daerah Garut maupun luar kota.

Namun setelah diberlakukannya darurat wabah COVID-19, kata Iyen, aktivitas di Pasar Ciawitali menjadi sepi karena berkurangnya pengunjung sehingga pedagang memilih tutup untuk meminimalisasi kerugian.

"Wabah virus COVID-19 ini tentu menjadi keresahan bagi pedagang maupun pembeli, sehingga daya beli pun turun drastis, mudah-mudahan kondisi seperti ini cepat berlalu," katanya. (OL-12)

BERITA TERKAIT