10 April 2020, 17:54 WIB

Pendatang di Babel akan Diberi Gelang ODP Terkoneksi Aplikasi


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi kepulauan Bangka Belitung (Babel) mewajibkan orang dalam pemantauan (ODP) menggunakan gelang khusus yang terkoneksi dengan aplikasi fight covid-19.

Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan mengatakan salah satu upaya yang dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 dengan pembatasan penerbangan hanya sekali dalam sehari secara bergantian setiap maskapai penerbangan.

Baca juga: Pandemi Korona, Tradisi Semana Santa di Larantuka Ditiadakan

"Jakarta-Pangkalpinang mapun Jakarta-Belitung sehari hanya ada satu penerbangan, ini cara kita memutus mata rantai penyebaran covid-19,"kata Erzaldi. Jumat (10/4).

Setiap penumpang yang datang ke Pangkalpinang maupun Belitung secara otomatis berstatus ODP untuk itu mereka akan diberikan gelang ODP. Hal ini untuk mempermudah melakukan pemantauan.

"Gelang ini akan dipasang langsung petugas saat penumpang mau ke luar bandara," ujarnya.

Baca juga: Warga Bantah Tolak Makamkan Perawat RSUP dr Kariadi

Gelang ODP, menurut Erzaldi, terkoneksi langsung dengan aplikasi Fight Covid-19. "Aplikasi fight covid-19 ini nantinya akan di-install di telepon seluler (ponsel) penumpang," ungkap dia.

Dengan begitu, lanjutnya akan lebih mempermudah memantau dan mengawasi. "Mereka harus karantina mandiri di rumah masing-masing, kalau keluar atau aplikasi ponselnya atau gelangnya dilepas, akan ketahuan. Nanti akan ada petugas yang datang. Jika ODP bandel, akan dimasukkan ke wisma karantina," imbuhnya.

Baca juga: Gubernur Sumatra Barat Ajukan PSBB

Dengan sehari sekali penerbangan tersebut, kata Erzaldi, pemprov harus menyiapkan gelang ODP sebanyak 2.000 lembar selama 14 hari.

"Sehari penerbangan itu 100 lebih penumpang. Saat ini sudah tersedia 5.000 lembar. Jika kurang, ditambah lagi," ucap Erzaldi.(X-15)

 

BERITA TERKAIT