10 April 2020, 17:51 WIB

Pandemi Korona, Tradisi Semana Santa di Larantuka Ditiadakan


Ferdinandus Rabu | Nusantara

SETELAH 508 tahun Semana Santa dirayakan di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, tradisi yang biasa digelar pada pekan suci itu ditiadakan pada tahun ini karena pandemi virus korona (covid-19).

Pantauan Media Indonesia, Jumat (10/4), tidak ada aktivitas apapun pada tahun ini. Hal itu seiring dikeluarkannya keputusan Keuskupan Larantuka pada 21 Maret untuk meniadakan perayaan Semana Santa demi mencegah penyebaran virus korona di Flores Timur.

Baca juga: Keuskupan Larantuka Batalkan Semana Santa

Bupati Flores Timur Anton Hadjon, Jumat (10/4), mengapresiasi keputusan Gereja Katolik untuk meniadakan Semana Santa.

"Terima kasih terhadap gereja dan semua umat yang dengan caranya masing-masing mendukung pemerintah dalam upaya pencegahan korona di daerah ini. Kita semua tetap menjaga jarak, tetap di rumah, tetap berdoa di rumah dan merayakan pekan suci di rumah. Kita juga selalu berdoa agar bencana wabah ini bisa segera berakhir," ungkap Anton.

Uskup Larantuka Mgr Frans Kopong Kung, beberapa waktu lalu, menegaskan Gereja Katolik mendukung imbauan pemerintah dalam memerangi penyebaran virus korona.

"Perayaan Semana santa kali ini memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada tradisi ritus di sejumlah lokasi seperti di Kapela Tuan Ma, Kapela Tuan Ana, Kapela Tuan Maninu, juga di Kapela Wure. Tidak ada pula proses laut maupun prosesi di darat. Perayaan misa Pekan Suci dirayakan tanpa umat. Semua itu untuk mendukung pemerintah memutus mata rantai penyebaran Virus Korona," kata Frans.

Baca juga: Ribuan Peziarah Ikuti Prosesi Semana Santa

"Keputusan meniadakan Semana Santa bukan berarti kita tidak menjaga tradisi. Kita tetap menjaga tradisi, tetapi dalam situasi saat ini, kita juga tetap ikut menjaga kehidupan dan kemanusiaan. Iman harus selalau diwujudkan untuk keselamatan jiwa (Salus Animarum), tetapi juga ikut serta dalam setiap upaya keselamatan kemanusiaan dan kehidupan insan dunia ini (salus Hominum)," jelas Frans. (X-15)

 

 

 


 

BERITA TERKAIT