10 April 2020, 15:49 WIB

Umat Kristiani Yerusalem Rayakan Jumat Agung nan Muram


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

SAWSAN Bitar, warga Kristen Palestina, berusaha tetap menjaga sejumlah tradisi dari Paskah yang kini dibayangi oleh pandemi virus korona.

Sehingga, dia tetap menyajikan telur di atas meja dan mainan kelinci di atas meja rias, dilengkapi beberapa dekorasi,

Di kawasan Kota Tua Yerusalem, yang disebut Bitar sebagai rumah, jalan-jalan sepi dan sebagian besar toko tutup selama dua minggu.

Baca juga: Tiongkok Perketat Perbatasan Darat untuk Bendung Covid-19

Bitar, 60, mengatakan hal yang menyedihkan baginya adalah tidak akan bisa merayakan Paskah di gereja.

Baca juga: OPEC Sepakat Pangkas Produksi Minyak 10 Juta Barel

Semua situs budaya di kawasan itu ditutup, terlepas dari afiliasi agama mereka, karena pihak berwenang berusaha untuk mencegah penyebaran virus korona atau covid-19.

Orang-orang Kristen dilarang berkumpul untuk kebaktian Jumat Agung pada Jumat (10/4) ataupun Paskah pada Minggu (12/4), ataupun Paskah kaum ortodoks pada 19 April.

Baca juga: Jumlah Dokter Meninggal di Italia akibat Covid-19 Lampaui 100

Menurut sejarawan Palestina Johnny Mansour,  Gereja Makam Kudus tidak pernah ditutup untuk kebaktian Paskah dalam satu abad ini meskipun terjadi perang dan pemberontakan.

Israel--yang pada 1967 menduduki Yerusalem timur-- mengonfirmasi lebih dari 9.700 kasus infeksi covid-19, dengan 79 orang meninggal. Sementara di sisi Palestina, lebih dari 250 kasus telah dikonfirmasi, dengan satu kematian. (AFPX-15)

BERITA TERKAIT