10 April 2020, 07:33 WIB

150 Anggota Kerajaan Saudi Dilaporkan Positif Covid-19


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

SEKITAR 150 anggota keluarga Kerajaan Arab Saudi dilaporkan terjangkit virus korona (covid-19) dalam beberapa pekan terakhir.

Keponakan Raja Salman, Pangeran Faisal bin Bandar bin Abdulaziz Al Saudi, yang berusia 70 tahun, saat ini dalam perawatan intensif setelah tertular covid-10. Demikian bunyi laporan The New York Times, yang mengutip rumah sakit dan dokter di Saudi, berikut sejumlah sumber yang dekat dengan keluarga kerajaan.

Sementara itu, Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS), telah mengisolasi diri untuk menghindari wabah. Laporan Middle East Eye menyebutkan Raja Salman sekarang tinggal di sebuah istana pulau di Laut Merah.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Arab Saudi Bisa Capai 200 Ribu

Sementara putranya, MBS, mengungsi dengan banyak menterinya ke lokasi terpencil di pantai yang sama tempat dia sebelumnya bersumpah untuk membangun Neom, sebuah kota yang futuristik.

Para dokter di Rumah Sakit King Faisal Arab Saudi, tempat anggota keluarga kerajaan dirawat, sedang mempersiapkan sebanyak 500 tempat tidur untuk mengantisipasi lonjakan pasien covod-19 dari keluarga kerajaan.

"Ada arahan untuk menyiapkan fasilitas VIP dari seluruh negeri," kata operator fasilitas elit mengacu pesan yang dikirim secara elektronik, Jumat (9/4).

Baca juga: Arab Saudi Minta Umat Muslim Tunda Rencana Berhaji

Lebih lanjut, surat peringatan itu menyatakan setiap anggota staf yang terinfeksi covid-19 akan dirawat di rumah sakit yang kurang elit, untuk memberikan ruang bagi para bangsawan. Mengingat, ada ribuan pangeran Saudi, yang kerap bepergian ke Eropa. Beberapa di antaranya diyakini tertular virus di luar negeri dan membawanya kembali ke Arab Saudi.

Negara kerajaan dengan populasi 33 juta jiwa telah melaporkan 2.932 kasus positif dan 41 kasus kematian. Pekan ini, kerajaan mulai memberlakukan jam malam di Ibu Kota Negara, Riyadh, dan beberapa kota lainnya, termasuk Jeddah dan Mekkah. Sebelumnya, pemerintah telah memberlakukan larangan perjalanan ke dan dari Riyadh, Mekkah dan Madinah. Serta, menutup sejumlah situs suci umat Islam demi menekan penyebaran virus.(Daily Sabah/OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT