10 April 2020, 07:00 WIB

Pemain Protes PSSI Izinkan Klub Potong Gaji 75%


Ant | Sepak Bola

ASOSIASI Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) keberatan dengan keputusan PSSI yang mengizinkan klub Liga 1 dan Liga 2 memotong gaji pemain sebesar 75% akibat pandemi korona.

Menurut kuasa hukum APPI Mohammad Agus Riza, tidak lazim federasi sepak bola di suatu negara turut campur dalam hal-hal yang seharusnya menjadi urusan antara pemain dan klub. Apalagi, SK tersebut dikeluarkan PSSI tanpa bernegosiasi dengan pemain atau perwakilannya.

"Kaget mereka (pemain) PSSI mengeluarkan kebijakan seperti itu. Di mana-mana, termasuk di Eropa, negosiasi gaji itu antara klub dengan pemain. Federasi tidak ikut campur, hanya mengarahkan saja. Bahkan FIFA yang mengeluarkan pedoman di tengah COVID-19 ini juga menyatakan begitu," kata Riza dikutip dari Antara, Kamis (10/4)


Pada Jumat (27/3), PSSI menerbitkan Surat Keputusan (SK) bernomor SKEP/48/III/2020 yang salah satunya berisi, mempersilakan klub-klub untuk menggaji pemainnya maksimal 25% pada Maret sampai Juni 2020 dari gaji.

Dalam laman resminya yang diunggah pada 7 April 2020, FIFA mengunggah pedoman FIFA untuk mengatasi konsekuensi legal di pandemi korona.

Dalam pernyataannya, FIFA antara lain menyebut bahwa mereka menyadari pandemi korona berdampak besar bagi pemasukan klub. Oleh karena itu, FIFA sangat mendorong klub dan pemain bekerja sama untuk menemukan kesepakatan dan solusi selama periode penangguhan kompetisi sepak bola.

FIFPro, lanjut Riza, sudah menyurati PSSI soal penerbitan SK tersebut. Akan tetapi, organisasi yang kini dipimpin Mochamad Iriawan itu belum memberikan tanggapan.

"Belum ada kabar atau jawaban dari PSSI. Padahal surat itu dari FIFPro yang menjadi mitra kerjanya FIFA sekaligus induk dari APPI," pungkasnya. (OL-8). 

BERITA TERKAIT