10 April 2020, 04:43 WIB

Hadapi Pandemi, Umat Katolik Diajak Buka Pintu Kemurahan Hati


Ant | Humaniora

USKUP Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko mengajak umat Katolik untuk membuka pintu kemurahan hati guna mendukung penanganan pandemi korona dan dampak yang ditimbulkannya.

"Saudara-saudara, inilah saatnya kita membuka lumbung-lumbung kemurahan hati kita, membuka gudang-gudang kepedulian kita, membuka tabungan cinta kasih untuk kita gunakan bersamamereka mereka yang mengalami kesulitan (korona)," katanya ketika memimpin Misa Kamis Putih secara live streaming dari Katedral Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci Randusari, Semarang, Jateng.

Ia juga mendorong umat untuk bergerak bersama dengan lainnya untuk memberikan pelayanan terbaik serta sepenuh hati kepada siapa saja, terutama yang paling terdampak pandemi korona.

Pada misa itu ia juga menjelaskan tentang makna ibadat yang menjadi rangkaian umat katolik merayakan Tri Hari Suci Paskah. 

Yesus, katanya, telah memberikan teladan cinta kasih kepada manusia secara nyata dengan memberikan diri-Nya hingga wafat disalib, melayani secara total kepada manusia.

Ia mengatakan umat diundang untuk meneladan Yesus melalui perwujudan semangat saling melayani satu sama lain.

Robertus juga mengingatkan pentingnya umat mewujudkan semangat pelayanan kepada sesama dengan sepenuh hati, mulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga, untuk selanjutnya kepada tetangga dan komunitas.

"Misalnya mereka yang sudah tua, kurang mendapat perhatian dengan cukup, mereka yang sakit terkadang tidak kita rawat dengan sepenuh hati. Mereka yang berkebutuhan khusus yang kadang-kadang membuat kita kelelahan, atau mereka-mereka yang tidak mampu berkontribusi untuk keluarganya. Ayolah kini kita rengkuh, kita rangkul, kita sayangi sebagai saudara-saudara kita itu, karena mereka adalah anggota keluarga kita," pesannya.

Ia mengungkapkan bahwa semangat melayani dengan tulus di antara sesama umat manusia itu, harus diwujudkan dalam sikap mau memaafkan orang lain.

"Tidak mudah kan! Itulah persis saat kita dituntut untuk meneladan Yesus yang mengampuni, yang memaafkan saudara kita apalagi dalam rumah kita sendiri," ujarnya.

Pada saat pandemi sekarang ini, katanya, umat juga diajak mewujudkan sikap keteladanan pelayanan Yesus, seperti kepada para tenaga medis yang sedang merawat pasien yang terpapar korona. Termasuk mereka yang kehilangan pekerjaan karena dampak virus tersebut.

"Kita berikan perhatian sepenuh hati, dengan menyediakan apa yang mereka butuhkan, sehingga bisa menjalani karantina mandiri dengan baik," pungkasnya. (OL-8).

BERITA TERKAIT