10 April 2020, 04:08 WIB

ATP Sebut Turnamen Tenis Bisa Ditunda Hingga 2021


Ant | Olahraga

KETUA ATP Andrea Gaudenzi ragu kompetisi tenis putra musim ini dapat dilanjutkan pada Agustus, setelah ditangguhkan sejak pertengahan Maret akibat pandemi korona.

"Tidak seorang pun tahu kapan kami dapat kembali bermain dalam kondisi aman sepenuhnya. Berbicara mengenai Agustus, September, November semua itu hipotesis. Kami bisa saja baru bisa memulai kembali (kompetisi) pada tahun depan," ucap Gaudenzi Jumat (10/4)

Secara pribadi, Gaudenzi cukup optimistis musim kompetisi dapat kembali dilanjutkan pada Agustus.

Menurutnya jika kompetisi tenis dapat kembali digelar pada Agustus, maka mereka dapat menyelamatkan tiga ajang Grand Slam dan enam kompetisi Masters 1000.

Saat ini semua turnamen ATP dan WTA ditangguhkan sampai 13 Juli. Setelah sebelumnya salah satu Grand Slam yakni Wimbledon harus dibatalkan untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II.

Keputusan untuk membatalkan Grand Slam paling tua itu disusul dengan digesernya jadwal French Open, yang biasanya dimainkan pada Mei sampai Juni menjadi September sampai Oktober.

Gaudenzi menuturkan bahwa idealnya ATP akan memainkan empat turnamen di lapangan tanah liat pada musim gugur setelah berlangsungnya US Open, yakni dengan memainkan turnamen di Madrid, Roma, dan French Open.

Digesernya jadwal French Open tanpa konsultasi dengan pemangku kepentingan tenis lainnya sempat membuat gusar banyak pihak. Meski demikian, Gaundezi mengatakan ATP tidak akan menjatuhkan sanksi terhadap French Open.

"Tenis memerlukan persatuan, Paris bertindak seperti itu karena ketakutan, mereka melakukan kesalahan. Namun mereka telah menyadarinya," tandasnya.

Di sisi lain, pihaknya tidak mengabaikan para petenis dan turnamen ATP dengan peringkat lebih rendah, dan menegaskan pihaknya juga mempelajari pendekatan finansial yang dapat diaplikasikan.

"Sistem kami solid. Ini bisa menjadi satu tahun tanpa tenis, tapi tidak lebih dari itu," pungkasnya. (OL-8).

BERITA TERKAIT