09 April 2020, 21:56 WIB

Melalui Lapak Asik, BPJAMSOSTEK Jakarta Bayarkan Santunan Rp173 M


mediaindonesia.com | Ekonomi

SELAMA menjalani Work from Home (WFH) dan penerapan protokol Layanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik), BPJAMSOSTEK Kanwil DKI Jakarta telah membayarkan santunan klaim jaminan sebesar Rp. 173.319.417.873  dengan jumlah kasus sebanyak 9.300 hingga Kamis (9/4).

Sejak 23 Maret 2020, BPJAMSOSTEK telah menerapkan protokol Layanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik) dalam rangka upaya pencegahan penyebaran corona virus desease 2019 (Covid-19).

Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK DKI Jakarta, Cotta Sembiring, menjelaskan protokol Lapak Asik ini merupakan salah satu bentuk optimalisasi pelayanan dan operasional terlebih dalam situasi sosial distancing dan work from home saat ini dan sebagai upaya dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. 

Lebih lanjut, Cotta menjelaskan, bagi peserta yang hendak mengajukan proses klaim via Lapak Asik agar mendaftar terlebih dahulu melalui antrian online yang ada di website atau bisa mengunduh aplikasi BPJSTKU.

"Selain itu juga memastikan terlebih dahulu dokumen sudah sesuai persyaratan, valid dan lengkap, memastikan nomor telpon, whatsapp, email selalu aktif selama proses pengajuan klaim dan pastikan belum bekerja kembali dan terdaftar sebagai peserta aktif BPJAMSOSTEK," ujar Cotta.

Sebagai informasi Lapak Asik BPJAMSOSTEK Kanwil DKI Jakarta sejak tanggal 24 Maret 2020 hingga 9 April 2020 telah membayarkan santunan total sebesar Rp173.319.417.873. 

Pembayaran santunan itu untuk program jaminan hari tuan (JHT) dengan 7.104 kasus sebesar Rp.165.478.845.863, santunan jaminan kecelakaan kerja (JKK) dengan 322 kasus sebesar Rp 5.587.241.990, santunan jaminan kematian (JKM ) dengan 31 kasus sebesar Rp1.176.000.000, dan santunan jaminan pensiun (JP) dengan 1.843 kasus) sebesar Rp.1.077.330.020.

Menurut Cotta, masih terdapat beberapa kasus klaim JHT yang belum bisa dibayarkan disebabkan karena  masih dalam proses konfirmasi oleh petugas pelayanan atau peserta sulit dihubungi, peserta belum meng-upload data atau data yang diajukan peserta masih kurang lengkap, terang Cotta.

"Dalam menghadapi kendala-kendala yang terjadi di bidang pelayanan khususnya dalam proses klaim via Lapak Asik ini, kami melalui bidang teknologi informasi (TI) juga akan membuat sebuah tutorial mengenai aplikasi-aplikasi apa saja yang musti di-download oleh calon peserta yang akan mengajukan klaim secara online baik di HP, PC maupun laptop guna mempermudah dalam proses pengajuan klaim secara online terutama dalam hal upload data," papar Cotta. 

Dalam keterangan persnya, Cotta mengimbau kepada seluruh peserta yang hendak mengajukan proses klaim agar tidak menggunakan jasa calo.

"Apabila ada hal yang tidak dimengerti dalam tata cara pengajuan klaim peserta bisa menghubungi petugas kantor BPJAMSOSTEK terdekat atau bisa menghubungi pusat layanan (call center 175) atau juga bisa menghubungi pengurus perusahaan (HRD) dimana peserta bekerja," jelasnya.

Cotta juga berpesan kepada seluruh insan BPJAMSOSTEK di jajaran wilayahnya agar selama menjalankan Work from Home (WFH) ini untuk tetap menjaga produktivitas kerja dan selalu menjaga kesehatan dengan cara sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun serta wajib menggunakan masker ketika terpaksa harus pergi keluar rumah.

"Semoga pandemi Covid-9 yang melanda hampir diseluruh dunia ini khususnya di Indonesia, akan segera cepat berlalu sehingga keadaan ekonomi pulih kembali seperti sedia kala," tutup Cotta. (OL-09)

BERITA TERKAIT