09 April 2020, 22:05 WIB

Stok Kantong Darah di Medan Turun Drastis


Yoseph Pencawan | Nusantara

PERSEDIAAN kantong darah di Kota Medan, Sumatera Utara mengalami penurunan lebih dari 60 persen sejak ewabahnya Covid-19. Wabah virus korona ditengarai membuat masyarakat khawatir untuk mendonorkan darah.

Kepala Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan Harry Butar-Butar mengatakan sejak Covid-19 mewabah, partisipasi masyarakat untuk melakukan donor darah jauh berkurang. "Biasanya persediaan kantong darah pada situasi normal berjumlah 1.500. Tetapi saat ini hanya tersedia 500 kantong," ungkapnya, Kamis (9/4).

Penurunan ini dinilai sudah mengkhawatirkan lantaran banyak pasien dengan penyakit lain yang membutuhkan darah seperti penderita kanker, anemia. dan lainnya.

Meski terjadi penurunan stok darah, Harry  menegaskan tidak terjadi kenaikan harga darah karena darah tidak untuk diperdagangkan. Adapun harga yang ditetapkan PMI Pusat dan Kemenkes hanya diperuntukkan bagi biaya pengolahan darah seperti pemeliharaan mesin-mesin dengan standar internasional, penyediaan kantong, reagensia dan lainnya.

Menurut Harry , PMI Medan memahami bahwa Covid-19 merupakan penyakit yang berbahaya. Tetapi tidak boleh lupa dan mengeyampingkan penyakit berbahaya lain.

Masyarakat juga ditegaskannya tidak perlu khawatir dan takut untuk mendonorkan darahnya. Hal itu karena proses donor drah akan disesuaikan dengan protokol pencegahan Covid-19.

Lebih jauh, Harry menepis adanya anggapan di tengah masyarakat bahwa mendonorkan darah dapat menurunkan imunitas tubuh tidak benar. Mendonorkan darah memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh dan
mengurangi kemungkinan tubuh mengidap penyakit darah tinggi, diabetes dan penyakit lain. "Tubuh yang sehat malah akan semakin meningkatkan imunitas tubuh," katanya. (R-1)

 

BERITA TERKAIT