09 April 2020, 19:47 WIB

Ramadan 2020, Masjid Istiqlal Antar Makanan Berbuka


Ihfa Firdausya | Humaniora

PENGURUS Masjid Istiqlal akan mengantar makanan berbuka bagi masyarakat-masyarakat yang membutuhkan pada Ramadan 1441H/2020M.

Hal ini disampaikan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar saat bertemu dengan Menteri Agama Fachrul Razi, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, kemarin (8/4).

“Pengurus Masjid Istiqlal akan menyiapkan titik penyebarannya. Dengan harapan semua bisa merasakan. Tentunya secara bergantian titik penyebarannya," jelas Nasaruddin seperti dikutip dari keterangan resmi Kemenag, Kamis (9/4).

"Baru masuk WA ke saya, LP Cipinang meminta makanan pembuka untuk penghuni Lapas," imbuhnya.

Seperti diketahui, selain Tarawih, buka puasa bersama menjadi acara yang paling ditunggu jemaah mesjid Istiqlal. Sedikitnya tiga ribu jamaah hadir setiap harinya untuk buka puasa. Bahkan di akhir pekan bisa mencapai tujuh ribu jamaah.

Namun dengan kondisi pandemic Covid-19 ini, sesuai edaran pemerintah, acara buka puasa bersama tidak bisa dilaksanakan. Kendati begitu, tradisi yang sudah dilakukan lama, tidak mungkin dihilangkan. 

Seperti juga dengan buka puasa, sesuai keputusan untuk beribadah di rumah, Masjid Istiqlal pun meniadakan shalat Tarawih berjemaah. Namun, tetap akan melaksanakan Tausiah sebelum Tarawih.

Untuk itu, Wakil Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI) Bahrul Hayat menyampaikan pihaknya saat ini juga tengah merancang tausiyah online untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 

"Kami sedang siapkan Tausiah Virtual atau Online. Sementara masih disiapkan lembaga penyiaran yang mau bekerja sama untuk tausiah online ini. Dan seperti biasa di awal Ramadhan tausiah pertama disampaikan Menteri Agama," tutur Bahrul.

Menanggapi rencana yang disampaikan, Menag menyampaikan dukungannya dan berjanji akan membantu agar pelaksanaannya bisa berjalan lancar.

"Kebiasaan seperti menyediakan makanan berbuka ini harus tetap dijalankan. Bagaimana caranya, itu harus dipikirkan matang,” pesan Menag. 

"Apa yang dilakukan Masjid Istiqlal selama ini menunjukkan masih banyak yang membutuhkan untuk buka puasa. Hanya saja dengan kondisi sekarang ini harus diubah polanya, agar bisa memenuhi kebutuhan tersebut," pungkasnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT