09 April 2020, 17:10 WIB

Dua Pekan Kedepan, Tidak Ada Peribadatan di Istiqlal


Insi Nantika Jelita | Humaniora

PELAKSANAAN peribadatan di Masjid Istiqlal, Jakarta, ditiadakan selama dua pekan kedepan. Hal ini sehubungan adanya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Ibu kota.

"Meliburkan pegawai badan pelaksana pengelola Masjid Istiqlal dan peniadaan layanan peribadatan selama penerapan PSBB yang berlangsung dari 10- 24 April 2020," ujar Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal, Asep Saepudin dalam surat resminya, Jakarta, Kamis (9/4).

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal Nomor 24/SK/BPPMI/IV/2020 tentang Meliburkan Pegawai Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal dan Peniadaan Layanan Peribatan.

Sebelumnya, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menjelaskan anjuran Nabi Muhammad SAW perihal pelaksanaan ibadah pada masa bencana dalam jumpa pers mengenai upaya penanggulangan Covid-19 di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (20/3).

"Jangankan wabah virus sebesar ini, banjir atau hujan deras pun Nabi pernah meminta umat untuk salat di rumah. Jangan menceburkan diri dalam kebinasaan," katanya.

Nasaruddin mengatakan orang-orang yang beriman dianjurkan mencegah sesuatu yang mudarat. Kondisi saat ini juga tidak memungkinkan melakukan Salat Jumat seperti biasa. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT