09 April 2020, 12:05 WIB

Gaza Kekurangan Alat Diagnosis Covid-19


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

Jalur Gaza menghadapi kekurangan peralatan medis yang dibutuhkan untuk mendiagnosis virus covid-19, kata Kementerian Kesehatan Palestina, Rabu (8/4).

"Laboratorium pusat di Gaza telah menghentikan pengujian setelah kehabisan alat deteksi covid-19. Padahal lusinan sampel masih menunggu untuk diperiksa," kata juru bicara kementerian, Ashraf al-Qidra, kepada wartawan.

Qidra juga menyebutkan 44% obat-obatan, 31% bahan medis, dan 65% persediaan laboratorium juga telah habis.

"Namun, 1.018 pasien telah pulih dan dipulangkan dari rumah sakit," lanjutnya.

Warga Palestina, kata Qidra, yang kembali ke Kota Gaza dari luar negeri dikarantina selama 21 hari di sekolah, hotel, dan pusat kesehatan.

Baca juga: Pabrik di Gaza Beralih Fungsi Produksi Pakaian Medis

Perjuangan Gaza melawan pandemi virus covid-19 telah dibuat tak berdaya oleh blokade 13 tahun Israel. Blokade tersebut menyebabkan Gaza kekurangan obat-obatan dan peralatan.

Blokade telah menghancurkan ekonomi di Gaza. Blokade juga merampas hak 2 juta penduduknya dari bergerak bebas masuk dan keluar dari Gaza yang mencegah masuknya banyak fasilitas dasar.

Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan dua kasus virus covid-19 pada Rabu, sehingga totalnya menjadi 263 kasus, termasuk 13 infeksi di Jalur Gaza.

Kemudian Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan total 500 warga Palestina yang tinggal di berbagai negara telah terinfeksi virus. Lalu, 23 warga negara Palestina yang tinggal di luar negeri telah meninggal karena covid-19.

Sementara itu, Johns Hopkins University melaporkan jumlah kasus covid-19 yang dikonfirmasi di seluruh dunia telah melampaui 1,5 juta orang. Lalu lebih dari 87.700 kematian dan lebih dari 317.800 yang pulih. (AA/OL-14)

 

BERITA TERKAIT