09 April 2020, 12:05 WIB

Khawatir Pembajakan, Festival Cannes Tolak Beralih ke Digital


Fathurrozak | Weekend

AKIBAT pandemi covid-19, banyak seniman maupun penyelenggara kegiatan seni mengubah platform kegiatan mereka ke digital. Namun penyelanggara Festival Film Cannes memutuskan tidak mengambil langkah serupa.

Dilansir Variety, Direktur Festival Cannes Thierry Fremaux menyatakan jika penyelanggaraan digital tidak cocok dengan 'ruh' festival tersebut. “(Untuk) Cannes, jiwanya, sejarahnya, efisiensinya, festival secara digital adalah model yang tidak akan berhasil. Apa itu festival secara digital? Kompetisi digital? Kita harus mulai bertanya kepada pemegang hak jika mereka setuju,” kata Fremaux. 

Sedianya, jadwal festival ini jatuh pada Mei. Setelah covid-19 merebak dan menjadi pandemi, panitia pun mengumumkan jika kemungkinan penyelanggaraan baru akan berlangsung pada Mei.

Namun dengan kondisi dunia yang masih memburuk, jadwal itupun kemungkinan bisa berubah lagi. Di sisi lain, beberapa pihak mulai menyuarakan penyelanggaraan digital. Namun Fremaux mengungkapkan pula soal ketidakmungkinan karena film-film yang perlu diputar sendiri telah ditunda pemutarannya di bioskop.

“Film garapan Wes Anderson atau Paul Verhoeven ada di layar komputer? Menyaksikan Top Gun 2 atau Soul (Pixar) ada di tempat lain selain di bioskop? Film-film ini ditunda untuk ditampilkan di layar lebar; mengapa kita ingin menunjukkannya sebelumnya, melalui perangkat digital?” kata Fremaux, sekaligus memberikan bocoran film-film apa saja yang akan ada di Cannes tahun ini.

Selain soal ketidaksinkronan tersebut, Fremaux menambahkan lagi soal risiko pembajakan. Sebab itu dibuka lagi kemungkinan memundurkan penyelanggaraan festival hingga akhir Juni atau awal Juli. (M-1)

BERITA TERKAIT