09 April 2020, 05:00 WIB

Peluang Masuk PTN masih Terbuka Lebar


Gana Buana gana@mediaindonesia.com | Humaniora

PARA calon mahasiswa harus bersiap mengikuti proses seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) favorit tahap kedua setelah pengumuman
seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) dirilis kemarin.

Jalur tahap dua, yakni seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) serta ujian mandiri tiap-tiap PTN masih menjadi kesempatan
para calon mahasiswa mencoba peluang masuk PTN idaman.

Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) M Nasih menyampaikan  siswa yang belum lulus SNMPTN tidak boleh berkecil hati sebab masih ada SBMPTN 2020 yang porsinya lebih besar. "Jangan berkecil hati. Semangat, insya Allah peluang lebih besar. Ada SBMPTN yang daya tampungnya minimal 40%," ujarnya dalam telekonferensi, kemarin.

Dia menjelaskan porsi SNMPTN hanya 20%, sedangkan untuk SBMPTN  dua kali lipat. Selain itu, masih ada seleksi ujian mandiri yang porsinya maksimal 30%, kecuali untuk beberapa PTN. "Peluang masih terbuka, terus siapkan diri," tegasnya.

Dalam SBMPTN 2020, pihaknya berencana tetap menggelar pelaksanaan  ujian tulis berbasis komputer (UTBK). Ini sesuai isi Surat Edaran Tim Pelaksana LTMPT Nomor 09/ SE.LTMPT/2020 tentang Jadwal Pelaksanaan UTBK 2020.

Adapun jadwal kegiatan terbaru yang dirilis Tim Pelaksana LTMPT, antara lain pendaftaran UTBK sekaligus SBMPTN dimulai pada 2 sampai 20 Juni 2020, pelaksanaan UTBK dimulai pada 5 sampai 12 Juli, sedangkan hasil SBMPTN diumumkan pada 25 Juli 2020.

Ikuti protokol Nasih menjelaskan UTBK tetap akan dilakukan di tempat ujian yang ditentukan. Hal ini untuk memastikan tidak ada kecurangan dalam SBMPTN.
"Cuma kami ikuti protokol kesehatan. Dari jarak komputernya mungkin dibuat jarang dan penyemprotan disinfektan berjalan,"  ujar Nasih. Sejumlah penyesuaian lainnya, yakni penambahan jumlah sesi dan pengurangan materi yang diujikan.

Sesi UTBK yang tadinya dibagi dua, menjadi dibagi empat sesi per hari.  Artinya, waktu yang diberikan lebih cepat dari tahun lalu dan jumlah peserta tiap sesi bisa jadi lebih sedikit.

Adapun materi UTBK hanya tes potensi skolastik (TPS). Peserta bisa memilih materi saintek, soshum, atau campuran, sesuai jurusan yang diinginkan.

"Pertimbangan hanya menguji satu materi karena waktunya enggak  bisa berlama-lama dengan kapasitas yang ada, lagi pandemi seperti ini.

Jadi, kita cari jalan terbaik agar tes tetap ada tapi meminimalkan risiko waktu. Jadwal pun masih tentatif. Perubahan jadwal bisa terjadi jika perkembangan wabah saat ujian tak kunjung membaik," kata dia.

Sebelumnya, Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan UTBK akan tetap ada selama masa pandemi covid-19. Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Komarudin Sahid menambahkan, tahun ini pihaknya tetap menerima mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN, SBMPTN, dan ujian mandiri. Untuk ujian mandiri, UNJ membuka dua jalur seperti tahun sebelumnya. Dua jalur tersebut ialah seleksi jalur prestasi dengan seleksi ujian tulis.

"Untuk jalur prestasi umumnya menggunakan proses portofolio dan untuk verifikasinya dengan menggunakan wawancara. Untuk proses wawancaranya, tahun ini mungkin bisa menggunakan sistem daring," terang Komarudin kepada Media Indonesia, kemarin. (Dro/S-3)

BERITA TERKAIT