08 April 2020, 20:40 WIB

Iran Ingatkan IMF Jangan Diskriminatif Soal Pinjaman


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan Dana Moneter Internasional (IMF) akan bersalah atas ‘perilaku diskriminatif’ dalam hal pemberian pinjaman, kecuali jika lembaga itu memberikan dana darurat US$5 miliar. Dana itu akan dipakai Teheran memerangi wabah virus covid-19.

"Saya mendesak organisasi internasional untuk memenuhi tugas mereka. Kami adalah anggota IMF. Seharusnya tidak ada diskriminasi dalam memberikan pinjaman," kata Rouhani dalam pertemuan kabinet," kata Rouhani, Rabu (8/4).

Kepala bank sentral Iran, Abdolnaser Hemmati, mengajukan permohonan ke IMF bulan lalu untuk meminta US$5 miliar dari Rapid Financing Initiative. Ini adalah sebuah program darurat yang memberikan bantuan kepada negara-negara yang menghadapi bencana tiba-tiba, misalnya bencana alam.

Iran belum menerima bantuan dari IMF sejak ‘kredit cadangan’ yang dikeluarkan antara 1960 dan 1962, menurut IMF.

Baca juga: Iran Laporkan 133 Kematian Baru Covid-19

Seorang pejabat IMF mengatakan IMF sedang berdialog dengan otoritas Iran mengenai permintaan bantuan keuangan. Pembicaraan tersebut bertujuan memahami kebutuhan Iran dan apa yang diperlukan agar permintaan Teheran diproses.

Wabah covid-19 yang meningkat di Iran telah menewaskan 3.872 orang dan menginfeksi 62.589 orang. Negara ini merupakan negara di Timur Tengah yang paling parah terkena dampak covid-19.

"Jika mereka (IMF) tidak bertindak sesuai tugas mereka dalam situasi yang sulit ini, dunia akan menghakimi mereka dengan cara yang berbeda," kata Rouhani.

Wabah semakin merusak ekonomi Iran, yang sudah dihantam oleh sanksi Amerika Serikat sejak 2018, ketika Washington keluar dari perjanjian nuklir Iran 2015 bersama enam kekuatan utama dunia lainnya. (Daily Sabah/OL-14)

 

BERITA TERKAIT