08 April 2020, 17:30 WIB

Tonton SEA Games tidak di VIP, Anggota DPR Kritik Sekjen PSSI


Rahmatul Fajri | Sepak Bola

ANGGOTA Komisi X DPR RI Djohar Arifin mengungkapkan protes terhadap Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria.

Dalam video conference rapat kerja dengan PSSI, Rabu (8/4), Djohar menyoroti keputusan Tisha yang mengumumkan penundaan pertandingan Liga 1.

Djohar mengatakan PSSI menunda laga PSM Makassar melawan Persija, Minggu (28/7/2019). Padahal ada surat jaminan dari Kapolres dan Kapolda.

Djohar juga protes karena dicuekkin oleh Ratu Tisha sehingga dirinya tidak mendapatkan kursi VIP saat menonton pertandingan di SEA Games 2019 di Filipina.

Baca juga: Kroos tidak Setuju Gaji Pemain Dipotong karena Covid-19

Padahal, Djohar mengaku telah diminta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) sebagai undangan VIP.

"Akhirnya kami duduk di bangku biasa. Kemudian Sekjen Filipina datang dan mengajak kami pindah. Tapi Sekjen kita tak peduli. Selama sekjen (Ratu Tisha) ini, saya tidak pernah diundang," ungkap Djohar.

Baca juga: Resmi! FIFA bakal Geser Jadwal Transfer Musim Panas

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan atau Iwan Bule meminta maaf atas sikap Ratu Tisha yang dinilai terlalu melampaui kewenangan.

Iwan menyesali perbuatan Tisha. Iwan mengaku telah melakukan tindak lanjut atas sikap Tisha tersebut.

"Kami evaluasi. Saya melihat terlalu overlapping keberadaan Sekjen, sehingga bapak tahu sekarang yang bersangkutan tidak pernah lagi memberitahukan keputusan yang bersifat strategis. Bahkan penyampaian di media saya ambil alih semua, karena memang ada hal yang kurang pas," kata Iwan.

Iwan juga meminta maaf mengenai kejadian di SEA Games, Filipina. Ia mengaku akan mengevaluasi kejadian itu,

"Kami minta maaf atas kelakuan Sekjen kami yang memang kurang pas kepada bapak secara khususnya, kami sering tegur dan ini menjadi evaluasi kami," ungkap Iwan.

Hal ini sekaligus menjawab pertanyaan publik ke mana Tisha saat ini. Padahal, saat kepemimpinan Edy Rahmayadi dari 2016 hingga 2019, Tisha sangat aktif menyampaikan informasi kepada publik. (X-15)

BERITA TERKAIT