08 April 2020, 17:16 WIB

Masyarakat Diminta tidak Sebar Hoaks di Tengah Pandemi Korona


Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum

MENTERI Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengajak masyarakat untuk menggunakan ruang digital melalui secara cerdas di tengah wabah korona.

Menkominfo Johnny mengingatkan masyarakat untuk tidak memproduksi dan mengedarkan hoaks.

"Sekali lagi, kami menyampaikan kepada masyarakat. Marilah saatnya kita di momentum saat ini untuk menggunakan seluruh fasilitas di dalam ruang digital kita secara cerdas," kata Johnny dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta, Rabu (8/4).

Johnny menyampaikan kementerian telah mengidentifikasi sebanyak 1.125 konten hoaks dan disinformasi terkait wabah korona. Rinciannya, konten hoaks tersebut tersebar antara lain di Facebook 785 hoaks, Twitter 324, Instagram 10, dan Youtube 6. Menyikapi situasi itu, imbuh Johnny, pihaknya telah berkoordinasi dengan perusahaan platform digital, untuk melakukan pemblokiran atau take down.

"Kami meminta agar segera melakukan proses take down atau blokir terhadap hoaks dan disinformasi yang berada di platform mereka masing-masing," kata Johnny.

Johnny mengingatkan produksi dan penyebaran hoaks memiliki konsekuensi hukum, termasuk pelanggaran hukum pidana dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ia membeberkan saat ini sudah ada 77 tersangka pelaku pembuat atau penyebar hoaks yang sedang diproses kepolisian.

Untuk menapis penyebaran hoaks dan disinformasi di masyarakat, Johnny mendukung peran aktif tokoh masyarakat di tingkat RT/RW maupun tokoh nonformal untuk memberikan pemahaman yang jernih kepada masyarakat terkait situasi pandemi saat ini.

"Peran RT, RW, kepala desa, kepala kampung menjadi posisi sangat sentral dan strategis di masyarakat, untuk bersama-sama kita mengambil bagian mengikuti seluruh protokol pemerintah," tukasnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT