08 April 2020, 14:20 WIB

Imbas Covid-19, Penumpang LRT Turun dari 4.000 jadi 300


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

Jumlah penumpang LRT Jakarta menurun secara signifikan. Menurut General Manager Corporate Secretary LRT Jakarta Arnold Kindangen, penurunan tersebut sejak adanya seruan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI soal pembatasan operasional transportasi umum.

"Jumlah penurunan penumpang signifikan. Dari rata-rata di Maret berjumlah 4000 lebih, sekarang di April ini dari 400 ke jumlah 300 lebih penumpang," ujar Arnold saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (8/4).

LRT Jakarta, ungkap Arnold, sudah fokus menjaga physical distancing dengan membatasi hanya 60 penumpang per rangkaian kereta. Padahal kapasitas normal jumlahnya 270 penumpang.

Perubahan kebijakan pembatasan jumlah penumpang per (16/3) lalu adalah sebagai upaya untuk menghambat perkembangan covid-19 yang masif.

Baca juga: Satpol PP DKI Bakal Tindak Tempat Hiburan Buka di Tengah Covid-19

Lalu pembatasan itu kian diperketat lagi dianjurkannya physical distancing pada penumpang mulai dari antre, masuk, duduk hingga keluar kereta sejak (23/3).

"Kami juga mengimbau mereka untuk wajib menggunakan masker sebagai upaya bersama menghambat penyebaran virus covid-19," kata Arnold.

Pascapengumuman Gubernur Anies Baswedan soal penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta, transportasi umum diminta membatasi waktu operasionalnya. Arnold mengaku bakal mematuhi aturan tersebut.

"Dengan mengacu pada siaran pers Gubernur 7 April kemarin terkait tranportasi umum, perubahan kebijakan pada jam operasional menjadi jam 06.00-18.00 WIB. Kami bakal memberlakukan itu," pungkas Arnold. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT