08 April 2020, 12:54 WIB

Kroos tidak Setuju Gaji Pemain Dipotong karena Covid-19


Rahmatul Fajri | Sepak Bola

PEMAIN Real Madrid Toni Kroos mengaku tidak setuju dengan kebijakan pemotongan gaji selama kompetisi ditunda imbas pandemi global virus korona atau covid-19.

Real Madrid, hingga saat ini, belum menentukan soal pemotongan gaji para pemain. Namun, Barcelona dan Atletico Madrid telah mengonfirmasi akan memotong gaji pemain hingga 70%.

Pemain timnas Jerman itu mengatakan ketimbang memotong gaji pemain, lebih baik pemain diberi gaji penuh sehingga mereka bisa mendonasikan uang untuk membantu sesama dalam situasi ini.

"Saya pikir lebih baik mendapatkan gaji penuh dan kemudian melakukan hal yang benar dengan uang itu," kata Kroos, kepada SWR Sport, dilansir dari Goal, Rabu (8/4).

Baca juga: Klopp Sebut Coutinho Hengkang karena Pendekatan Agresif Barcelona

"Hal lain yang ditanyakan tentang apa yang saya lakukan dengan semua uang yang saya dapatkan. Kita semua harus membantu di mana bantuan diperlukan," ungkap Kross.

Senada dengan Kroos, pemain Derby County Wayne Rooney juga mengkritik kebijakan pemotongan gaji.

Ia mengaku tidak menolak untuk membantu sesama. Namun, dengan keputusan pemotongan 30% gaji membuat pemain menjadi kambing hitam di situasi sulit.

"Saya akan membantu pemerintah ketika saya tahu ke mana uang itu pergi. Tidak semua pemain sepak bola berada di posisi yang sama. Namun, pemain diminta pemotongan gaji 30%. Mengapa para pesepakbola tiba-tiba kambing hitam?" kata Rooney. (goal/OL-1)

BERITA TERKAIT