08 April 2020, 10:16 WIB

Bio Oil Cangkang Sawit Untuk Perangi Virus Korona


Denny Susanto | Nusantara

MOBIL SUV hitam yang ditumpangi Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor berhenti di kawasan pasar Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Rabu (8/4). Dibantu beberapa orang ajudannya gubernur yang hanya menggunakan kaos oblong ini membagi-bagikan masker kepada masyarakat sembari memberikan sosialisasi tentang bahaya virus korona.

Sejak wabah virus korona masuk ke Kalsel, Gubernur Kalsel telah mengambil langkah-langkah tanggap darurat penanganan virus korona. Bahkan dirinya turun langsung membantu penyemprotan disinfektan (sterilisasi) berbagai fasilitas umum, kantor pemerintah dan tempat ibadah. Kali ini gubernur yang selalu mendengungkan slogan "bergerak" ini juga membagikan disinfektan berupa asap cair (liquid smoke) secara gratis kepada perwakilan warga untuk sterilisasi kawasan permukiman masyarakat.      

Di tempat terpisah sedikitnya 230 orang anggota Masyarakat Peduli Api binaan Dinas Kehutanan Kalsel dikerahkan sebagai pasukan pembasmi virus korona dengan melakukan aksi penyemprotan desinfektan ke seluruh wilayah Kalsel. Selain menggunakan semprotan gandong atau jet shooter, penyemprotan disinfektan juga menggunakan mobil slip on pemadam kebakaran untuk jangkauan hasil lebih besar.

"Penyemprotan disinfektan ini kita lakukan ke seluruh wilayah Kalsel, sebagai upaya kita membasmi virus korona," ungkap Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq yang ikut turun langsung melakukan penyemprotan. 

Penyemprotan disinfektan ke seluruh wilayah Kalsel ini diperkirakan memakan waktu satu bulan.

Disinfektan bio oil cangkang sawit

Pemilihan bio oil atau asap cair dari bahan baku cangkang atau limbah sawit sebagai disinfektan ini merujuk pada hasil penelitian Kementerian LHK yang menyatakan asap cair merupakan disinfektan alami dan ramah lingkungan. Asap cair diyakini ampuh membunuh bakteri termasuk virus.

"Asap cair atau sering juga disebut cuka kayu ini merupakan disinfektan alami sehingga tidak berbahaya bagi manusia dan lingkungan," tutur Muhammad Saberansyah, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kehutanan Kalsel. 

Di Kalsel ada 21 unit mesin suling pembuat asap cair bantuan Kementerian LHK untuk pengolahan dan peningkatan kualitas produk karet rakyat. Mesin-mesin ini tersebar di sembilan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan dikelola Kelompok Tani Hutan (KTH). Selain itu ada 19 unit mesin pembuat asap cair milik Dinas Perkebunan Kalsel, sehingga total ada 40 unit mesin dengan kapasitas produksi perhari 25-30 liter.

baca juga: Ribuan Buruh di Malang Dirumahkan

Saat ini Pemprov Kalsel akan memproduksi massal asap cair untuk membantu memberantas virus korona. Ditargetkan pada April ini mampu diproduksi sebanyak 12 ton asap cair yang sebagian akan dibagikan gratis kepada masyarakat. Untuk bahan baku limbah cangkang sawit pihaknya mendapat pasokan dari sejumlah perusahaan perkebunan bekerjasama dengan Gapki. (OL-3)

BERITA TERKAIT