08 April 2020, 08:08 WIB

Sri Sultan Imbau Warga DIY di Perantauan tidak Mudik


Agus Utantoro | Nusantara

GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hammengku Buwono X mengimbau seluruh warga DIY yang berada di perantauan untuk tidak mudik atau pulang kampung halaman. Menurutnya, tidak bepergian merupakan langksah yang paling rasional dan nyata untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus korona.

"Saya mengimbau kepada seluruh warga Daerah Istimewa Yogyakarta yang masih berada di perantauan untuk tidak mudik atau tidak pulang ke kampung halaman," kata Sri Sultan Hamengku Buwono X, Selasa (7/4).

"Biaya mudik bisa dialihkan untuk meningkatkan ketahanan kesehatan dan ekonomi keluarga," kata Sri Sultan.

Di sisi lain, Sri Sultan meminta warga yang baru masuk wilayah DIY dari perantauan atau dari daerah lain diharapkan dapat memahami bahwa mereka secara otomatis berstatus sebagai ODP (Orang Dalam Pemantauan). 

"Mohon Anda semua dapat memahami, jika  kebijakan ini diterapkan dengan disiplin dan pasti," katanya.

Sri Sultan juga menyatakan terima kasihnya kepada pendatang yang sudah mengerti dan kemudian melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. 

"Mari kita putus mata rantai penyebaran virus korona," kata Sri Sultan.

Menghadapi pandemi Covid-19 ini, Pemkab Sleman menyediakan anggaran sebesar Rp105 miliar. 

"Alokasi terbesar untuk bidang kesehatan," kata Sekda Kabupaten Sleman Harda Kiswaya.

Menurut dia selain anggaran untuk kesehatan, Pemkab Sleman juga menyiapkan pemberian jadup atau jaminan hidup bagi PDP yang terkonfirmasi positif.Jadup, kata Harda, juga diberikan kepada PDP atau ODP yang masuk kriteria miskin atau rentan miskin. Besaran jadup yang diberikan sebesar Rp45.000 per orang per hari selama 14 hari.

Sementara Pemkot Yogyakarta, telah dipersiapkan pengadaan alat rapid test secara mandiri.

"Kami sudah menerima 620 rapid test kit. Namun, rasanya kurang sehingga kami akan melakukan pengadaan secara mandiri," kata Wakil Walikota Heroe Poerwadi Heroe.

baca juga: ODP Covid-19 di Klaten 989 Orang, 1 Positif

Rapid test kit ini nantinya akan dibagikan di rumah sakit milik Pemkot Yogyakarta dan seluruh Puskesmas untuk mengecek kondisi kesehatan petugas kesehatan yang bertugas di fasilitas pelayanan kesehatan. Ia mengakui rapid test kit kelengkapan tes cepat itu juga dibutuhkan untuk menguji sampel ODP maupun PDP. Meski masih tetap harus mendapat hasil uji tes laboratorium, tes cepat ini juga sangat diperlukan untuk mendapatkan indikasi secepatnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT