08 April 2020, 05:15 WIB

Mentan Syahrul Luncurkan Belanja Pangan Gratis Ongkir


RO/S3-25 | Ekonomi

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) bekerja sama dengan Gojek berupaya mengatasi kesulitan masyarakat dalam mengakses kebutuhan pokok pangan di tengah pandemi virus korona atau covid-19. Kerja sama Kementan dan Gojek berupa belanja pangan online itu ditandatangani dan diluncurkan pada 3 April 2020.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyampaikan sektor pertanian merupakan kebutuhan prioritas dalam menghadapi pandemi covid-19. Terobosan kerja sama dengan Gojek sejalan dengan arahan Presiden Jokowi agar semua menteri termasuk pemerintah pusat dan daerah fokus menjamin dan mempersiapkan stok pangan termasuk urusan pendistribusian.

“Ini sesuai arahan Presiden, kami diminta memastikan ketersediaan 11 bahan pangan di tengah pandemi hingga Idul Fitri. Saya mengapresiasi kerjasama dengan Gojek ini, karena untuk menyikapi tantangan saat ini, kita tidak bisa menggunakan cara lama, kita harus tangani dengan caracara sekarang. Kami menyediakan jasa belanja pangan bagi masyarakat tanpa harus keluar rumah,” ujar Syahrul pada acara peluncuran tersebut.

Mentan Syahrul Yasin Limpo juga meminta para driver Gojek jadi garda terdepan dalam melawan penyebaran covid-19 di Indonesia. Menurut dia, peranan Gojek amat penting terutama dalam antar jemput kebutuhan bahan pokok masyarakat di pasar mitra tani Kementan di seluruh Indonesia.

“Gojek harus mampu menjawab kebingungan masyarakat Indonesia di tengah derasnya serangan wabah korona. Gojek diharapkan menjadi mitra negara dengan memicu perubahan besar melalui bidang jasa,” tegas Syahrul.

Masyarakat antusias

Kehadiran belanja online gratis ongkos kirim di Toko Tani Indonesia Center (TTIC) Kementan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, itu mendapat apresiasi dari masyarakat. Bahkan, terjadi antrean panjang dari pintu masuk TTIC akibat pengunjung yang didominasi driver Gojek.

Alhasil, layanan belanja online via ojek online (ojol) tersebut sangat memudahkan ibu-ibu rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan seharihari selama masa pandemi korona ini.

“Saya memang biasanya beli di TTIC di Pasar Minggu, belanja bisa buat seminggu. Tapi, sekarang mau keluar rumah jadi takut gara-gara korona. Untung sekarang ada layanan online lewat Gojek,” ungkap salah satu ibu rumah tangga asal Pejaten, Jaksel, Fina, di TTIC, Selasa (7/4/2020).

Fina mengaku sejak Senin (6/4) membeli sembako di TTIC memakai layanan Gojek. Komoditas pangan yang dibeli yakni daging ayam, daging sapi, aneka sayuran buat sop, sayur bening, dan telur.

“Alhamdulilah harganya lebih terjangkau dan praktis. Terima kasih banyak buat Pak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, di tengah wabah korona ini kami aman dan dapat beli pangan dengan harga murah, gratis ongkos kirim,” ucapnya.

Hal sama diungkapkan Anjani, 28. Dia mengaku dengan belanja di TTIC, uang belanjanya bisa hemat sampai Rp50 ribu. “Pangannya juga lengkap serta tempatnya aman dan nyaman,” ucapnya.

Bahan pokok

Manajer TTIC Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Inti Pertiwi Nashwari menuturkan Kementan selalu mempersiapkan beragam terobosan agar distribusi pangan bisa lancar sekaligus memberikan pangan yang sehat dan aman bagi masyarakat.

Inti menambahkan layanan belanja online ini tidak hanya di Jakarta dan Bogor, tetapi juga meluas ke provinsi lainnya yang sudah memiliki TTIC dan Toko Mitra Tani di seluruh Indonesia dengan jumlah 3.500 unit.

Ia menambahkan bebas ongkos kirim atau gratis dilakukan selama pandemi korona yaitu sekitar 1-2 bulan. Ada sekitar 11 bahan pokok yang dijual di TTIC dengan layanan belanja online. Kesebelas komoditas pangan itu yakni beras, daging ayam, daging sapi, telur, minyak goreng, gula pasir, cabai merah keriting, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih.

Inti menjelaskan pihaknya memberlakukan kuota pembelian per orang ojek online yakni 1 kilogram dan 1 liter. Dengan konsep kuota itu, mencegah terjadinya panic buying dan masyarakat bisa memanfaatkan dengan bijak. (RO/S3-25)

BERITA TERKAIT