08 April 2020, 04:50 WIB

Hotel Preanger pun Milik Tim Medis


MI | Nusantara

INISIATIF Deni Nurdyana Hadimin disambut cepat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Direktur Utama PT Jasa dan Kepariwisataan (Jaswita) Jabar itu berniat menjadikan Hotel Preanger sebagai tempat tinggal sementara bagi dokter dan tim medis yang menangani pasien covid-19.

“Saya apresiasi Jaswita Jabar karena mampu menyiapkan ini dengan sebaik mungkin. Pesan positifnya, semua pihak terlibat dalam memerangi covid-19,” sambut Ridwan Kamil, saat melihat kesiapan di Hotel Preanger, kemarin.

Hotel Preanger merupakan hotel bintang lima di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung. Hotel yang sangat mewah dan memiliki sejarah panjang itu merupakan aset negara yang dikelola BUMD, PT Jaswita Jabar.

Dokter dan tenaga medis, sambung Emil, merupakan pahlawan karena berada di barisan paling depan dalam mengatasi pandemi. “Jadi, kita harus dukung dengan segala cara.” 

Deni menambahkan pihaknya menyiapkan 200 kamar untuk tenaga medis. PT Jaswita juga menyiapkan layanan antar jemput dari hotel ke rumah sakit dan sebaliknya. “Ini respons kami atas permintaan Gubernur yang meminta BUMD aktif ikut berperan dalam penanggulangan korona,” tandasnya.

Tidak mau ketinggalan, Pemerintah Kota Jambi juga menyiapkan hotel bintang tiga untuk rumah singgah dokter dan tenaga medis.

“Ada 50 tempat tidur yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang. Selain tempat tinggal sementara, hotel ini juga bisa untuk mengisolasi diri setelah tim medis menangani pasien dan berpotensi tertular,” kata Wali Kota Syarif Fasha.

Langkah baik juga dilakukan Pemkot Semarang, Jawa Tengah. Badai korona yang membuat ekonomi warga terpuruk membuat mereka akan kesulitan membayar sejumlah kewajiban. “Karena itu, kami menggratiskan retribusi rumah susun sewa dan retribusi pedagang kaki lima selama tiga bulan. Kami juga sudah menyiapkan 180 ribu paket sembako untuk keluarga miskin,” papar Wali Kota Hendrar Prihadi.

Kemarin, Pemprov Jawa Tengah juga menyerahkan bantuan paket sembako untuk warga terdampak, di antaranya para pekerja media. “Paket berisi beras, telur, gula, minyak, dan mi instan,” kata Kepala Biro Umum Edy Supriyanta.

Sampai kemarin, Pemkab Banyumas, Jawa Tengah, juga sudah mengalirkan dana Rp37,8 miliar untuk penanganan korona. (BY/SL/AS/HT/LD/MY/DW/TS/YP/AP/JH/JL/DG/HS/N-2)

BERITA TERKAIT