08 April 2020, 04:15 WIB

Gelombang Pemudik Terus Berdatangan


MI | Nusantara

GELOMBANG pemudik tetap berlangsung meski pemerintah telah mengimbau agar warga tidak pulang kampung untuk menekan pandemi virus korona baru (covid-19).

Seperti di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, hingga kemarin tercatat jumlah warga yang kembali ke kampung halaman mereka sebanyak 13 ribu orang. Data itu diperoleh berdasarkan laporan berjenjang dari hasil pemeriksaan di setiap perbatasan wilayah.

Atas fakta tersebut, Pelaksana Tugas Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengaku khawatir eksodus warga Cianjur dari luar daerah berpotensi membawa virus korona.

“Sampai saat ini pemudik dari luar Kabupaten Cianjur by name dan by address dari tiap RT, RW, desa dan kelurahan, serta kecamatan tercatat hampir sekitar 13 ribu. Ini yang kami khawatirkan,” tutur Herman, kemarin. Hal serupa terjadi di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Berdasarkan pendataan di sejumlah terminal di Kabupaten Sleman, selama April tercatat sebanyak 4.542 pemudik telah masuk wilayah tersebut. Untuk mengantisipasi potensi penularan virus korona yang dibawa pemudik, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya, mengatakan para pendatang diwajibkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Dari hasil pemeriksaan, jika termasuk kategori orang tanpa gejala (OTG), dipersilakan melakukan karantina mandiri di rumah,” kata Harda.

Namun, jika para tetangga pemudik tersebut menolak, akan dilakukan karantina di selter atau hunian sementara yang disediakan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Namun, sebelum masuk ke selter, mereka harus menyertakan keterangan penolakan dari RT dan RW setempat yang dilengkapi rekomendasi dari lurah dan diketahui camat setempat. 

Terpisah, pemeriksaan terhadap pemudik yang tiba di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilakukan di atas kapal. Seperti kemarin, petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Dinas Kesehatan Sikka memeriksa kesehatan 233 pemudik sebelum turun ke Pelabuhan Lorens Say, Maumere.

“Pemeriksaan di atas kapal,” kata Sekretaris Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Sikka, Petrus Herlemus. Dia melanjutkan, kapal baru bisa sandar setelah petugas selesai memeriksa kesehatan seluruh penumpang.

Sementara itu, Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Tim Krisis Center Covid-19 menetapkan 800 pemudik ke daftar orang dalam pemantauan (ODP). Mereka ialah pemudik yang datang dari berbagai daerah zona merah pandemi covid-19.

Juru Bicara Tim Krisis Center Covid-19 Tasilmalaya yang sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, mengatakan saat ini jumlah pasien positif korona di wilayah itu bertambah menjadi sembilan orang.

Dari jumlah itu, tujuh orang sedang menjalani perawatan di ruang isolasi khusus di beberapa rumah sakit, satu meninggal, dan lainnya sembuh. (BB/AU/PO/FB/WJ/AD/YH/DG/MG/JI/LD/N-3)

 

BERITA TERKAIT