07 April 2020, 18:10 WIB

Bisa Repo US$60 M,Gubernur BI : Ini Confident The Fed kepada Kita


Despian Nurhidayat | Ekonomi

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendapat fasilitas repo line atau repurchase agreement line dari bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed) sebesar US$ 60 miliar.

Menurut Perry, fasilitas repo line dari The Fed merupakan fasilitas yang diberikan kepada sejumlah bank sentral yang dikategorikan dalam Foreign and International Monetary Authorities (FIMA).

Dia pun menyebutkan bahwa hanya beberapa negara emerging market seperti Indonesia yang mendapat komitmen dana dari bank sentral Amerika tersebut.

"Ini adalah bagian dari confident The Fed (kepada Indonesia), bahwa Indonesia punya prospek ekonomi yang bagus, dan kebijakan di bidang keuangan itu pruden. Itulah kenapa The Fed bekerja sama dengan BI dalam bentuk repo line," ungkap Perry dalam video conference, Selasa (7/4).

Lebih lanjut, Perry menyatakan bahwa fasilitas repo line akan difungsikan sebagai penopang cadangan devisa yang berdampak pada stabilitas nilai tukar akibat pandemi covid-19. Dalam hal ini,Bank Sentral AS itu nantinya siap menyetok dollar hingga US$60 miliar jika Bank Indonesia membutuhkan likuiditas dollar AS.

Baca juga : Nilai Tukar Menguat Terus, BI Optimistis Target Tercapai

Namun, Perry menegaskan bahwa pihaknya belum memiliki rencana untuk menggunakan fasilitas tersebut. Hal ini dikarenakan cadangan devisa Indonesia dikatakan telah lebih dari cukup.

"Saya nyatakan di sini, jumlah cadangan devisa lebih dari cukup. Selain bilateral swap, kita punya repo line dengan The Fed jumlahnya US$ 60 miliar. Kami belum ada rencana untuk menggunakannya. Tapi kalau memang perlu itu kita gunakan," lanjutnya.


Di samping dengan The Fed, Perry menjabarkan Bank Indonesia juga memiliki kerjasama repo line dengan Bank for International Settlements (BIS) sebesar US$2,5 miliar , Bank sentral Singapura sebesar US$3 miliar , dan bank-bank sentral lainnya sebesar US$500 juta hingga US$1 miliar. 

Saat ini cadangan devisa Indonesia berada di US$121 miliar, turun sekitar US$9,4 miliar dalam sebulan akibat pembayaran utang pemerintah US$2 miliar dan stabilisasi rupiah US$7 miliar. (E-1)

BERITA TERKAIT