07 April 2020, 17:00 WIB

Persita Setuju Liga 1 Dibatalkan jika Kondisi Terus Memburuk


Rahmatul Fajri | Sepak Bola

Manajer Persita I Nyoman Suryanthara menyatakan setuju Liga 1 musim ini dibatalkan jika kondisi terus memburuk sebagai imbas virus covid-19 di Indonesia. Menurutnya, pertandingan tak bisa dipaksakan ketika situasi tak aman untuk kesehatan.

Selain itu, ia juga menolak jika kompetisi dilanjutkan tanpa penonton. Pasalnya, klub tetap saja merugi karena tidak ada pemasukan dari tiket pertandingan.

"Daripada liga lanjut tanpa penonton, mending dihentikan. Mumpung ini masih tiga pekan, kita batalkan musim ini dan kita mulai lagi ketika situasi normal," kata Nyoman, saat dihubungi, Selasa (7/4).

Meski keputusan membatalkan liga tergolong berat, tapi harus diterima semua pihak. Saat ini, ia mengatakan semua pihak mengalami kerugian akibat dampak covid-19. "Yang terpenting adalah keselamatan semua pihak," ungkapnya.

Namun, ia menyerahkan keputusan kepada PSSI sebagai otoritas sepak bola di Indonesia. Jika keputusan sudah bulat, maka klub akan menjalankannya.

Baca juga: PSSI Undurkan Jadwal Pertandingan Liga 1

"Memang ini situasi berat dan jadi masalah global. Mungkin untuk kebaikan bersama lebih baik dihentikan. Namun, itu tentu keputusan tidak mudah. Kita tunggu saja bagaimana keputusan PSSI," kata Nyoman.

Sementara itu, Direktur Madura United Haruna Soemitro meminta Liga 1 musim ini dibatalkan.

Seperti diketahui, Liga 1 musim ini masih ditunda hingga Juli dan berpotensi dibatalkan jika pemerintah memperpanjang masa darurat bencana virus covid-19 yang saat ini hingga 29 Mei.

"Saya tak mau berandai-andai. Lebih baik, kompetisi 2020 di-shutdown. Kita restart sepak bola Indonesia pada 2021, sehingga pemain dan klub dapat kepastian dan fokus ke musim 2021,” kata Haruna. (OL-14)

BERITA TERKAIT