07 April 2020, 15:53 WIB

​​​​​​​IPW: Sosok Deputi Penindakan KPK Harus Teruji di Lapangan


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum

PEMILIHAN Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan dipilih pimpinan lembaga anti rasuha itu pada 8 April mendatang.

Menurut Ketua Presidium Independence Police Watch (IPW) Neta S. Pane, posisi Deputi Penindakan KPK harus diisi figur yang loyal pada profesinya, cerdas, reserse yang tangguh dan teruji di lapangan.

"Sehingga bisa membawa KPK pada penyelesaian kasus korupsi dengan profesional, modern, dan dipercaya publik," ujar Neta, Selasa (7/4).

Hingga saat ini ada tiga figur dalam pengujian akhir untuk calon Deputi Penindakan KPK. Wakil Kapolda DI Yogyakarta Brigjen Karyoto, Kepala Diklat Reserse Lemdiklat Polri Brigjen Agus Nugroho, dan Wakil Kapolda Sumatra Selatan Brigjen Rudi Setiawan merupakan tiga calon Deputi Penindakan KPK.

Neta menilai selama ini sebagai perwira Polri ketiganya memiliki kapasitas, kapabilitas, dan integritas yang teruji. Selain itu, belum ada kasus negatif yang menyangkut ketiganya.

"Begitu juga laporan negatif tentang mereka belum pernah diterima IPW. Sebab itu IPW menilai peluang ketiganya sama sama kuat untuk menjadi Deputi Penindakan KPK," tuturnya.

Baca juga: Seleksi Direktur Penyelidikan KPK: Dua Polri, Dua Internal

Menurutnya, sulit bagi pimpinan KPK untuk menentukan siapa dari ketiganya yang paling loyal, cerdas, reserse yang tangguh, dan teruji di lapangan.

Namun dari ketiga figur, Neta melihat ada dua figur yang sangat berpeluang, setidaknya bisa bersinerji dan bekerjasama secara solid dengan Ketua KPK Firli, yakni Karyoto dan Rudi Setiawan.

Karyoto pernah bertugas di KPK sehingga sangat paham tentang berbagai masalah di internal lembaga anti rasuha itu, termasuk siapa saja yang menjadi biang kerok di lembaga anti rasuha itu.

Sementara Rudi pernah menjadi wakilnya Firli di Polda Sumsel sehingga sangat paham tentang strategi, arah dan gaya maupun kinerja Ketua KPK tersebut, terutama dalam hal pemberantasan korupsi.

"Siapapun yang terpilih menjadi Deputi Penindakan KPK, tugas berat sudah menantinya. Antara lain tugas yang harus dihadapi adalah banyaknya tunggakan perkara yang harus segera diselesaikan, dan segera membangun soliditas di kalangan penyidik KPK," papar Neta.

Sebelumnya, para calon Deputi Penindakan KPK ini sudah diusulkan Kapolri Idham Azis berdasarkan TR Kapolri No:R/99/I/KEP/2020 16 Januari 2020.

Sejatinya ada lima brigjen yang diusulkan untuk diseleksi menjadi Deputi Penindakan KPK, yaitu Wakapolda Jambi Brigjen Dul Alim (Akpol 1989), Wakapolda Jogja Brigjen Karyoto (Akpol 1990), Koordinator Wilayah Penindakan KPK Brigjen Setyo Budiyanto (Akpol 1989), Wakapolda Sumsel Brigjen Rudi Setiawan (Akpol 1993), dan Direktur Penyidikan KPK Brigjen RZ Panca Putra (Akpol 1990).

Dalam TR itu juga ada lima kombes yang diusulkan untuk menjadi Direktur Penyelidikan KPK, yakni Golkar PRW, Lukas Akbar, Helmi Santika, Yustan Alfiani, dan Nazirwan AW. Dengan terpilihnya Deputi Penindakan KPK yang baru dan terpilihnya Direktur Penyelidikan yang baru, Ketua KPK Firli diharapkan semakin terbantu untuk membawa Marwah baru lembaga anti rasuha tersebut. (A-2)

BERITA TERKAIT