07 April 2020, 15:23 WIB

Dana Atasi Korona di Banyumas Tersisa Rp16 Miliar


Lilik Dharmawan | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) telah menghabiskan Rp37,8 miliar untuk penanganan virus korona atau covid-19. Alokasi anggaran itu berasal dari APBD Banyumas 2020. Jika ada kekurangan, akan dilakukan penggeseran anggaran kembali.

Sekretaris Daerah (Sekda) Banyumas Wahyu Budi Saptono mengatakan pada awalnya, Banyumas mengalokasikan Rp3,8 miliar dari pos belanja tidak terduga (BTT). Anggaran tersebut telah habis.

"Oleh karena itu, kami kemudian melakukan perombakan dan penggeseran anggaran pada APBD. Salah satunya adalah memotong anggaran perjalanan dinas hingga 60% di semua organisasi perangkat daerah (OPD). Dari pergeseran anggaran tersebut, diperoleh dana Rp50 miliar," jelas Wahyu di sela-sela pembagian sembako untuk masyarakat Kelurahan Pabuwaran di Kantor Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UMKM Banyumas, Selasa (7/4).

Baca juga: Hotel Preanger Bandung Jadi Tempat Tinggal Tenaga Medis

Menurutnya, dari anggaran senilai Rp50 miliar, telah digunakan sebesar Rp34 miliar untuk berbagai upaya pencegahan covid-19. Sehingga total yang telah keluar mencapai Rp37,8 miliar. "Masih tersisa Rp16 miliar. Dana ini nantinya bakal digunakan untuk jaring pengaman sosial (JPS). Alokasi tersebut bakal diperuntukkan bagi masyarakat terdampak pandemi covid-19," ujar Sekda.

Dia menambahkan, pemprov sedang mendata kepada warga tidak mampu di Banyumas yang belum memperoleh bantuan pangan nontunai (BPNT) maupun yang tidak masuk program keluarga harapan (PKH).

"Sejauh ini, masyarakat tidak mampu di Banyumas yang tidak belum masuk dalam program APBN ada sekitar 100 ribu keluarga. Karena itulah, dana Rp16 miliar itu nantinya akan dipakai untuk JPS mereka. Namun, nantinya akan dibagi antara yang diurus Pemkab Banyumas dan Pemprov Jateng supaya tidak tumpang tindih," jelasnya.

Baca juga: Pemprov Babel Tiadakan Bukber dan Safari Ramadan

Jika ada kekurangan dana dalam penanganan covid-19, lanjut dia, akan ada pergeseran lagi anggaran. "Kalau dananya kurang, dapat dilakukan penggeseran anggaran lagi, misalnya dari proyek-proyek yang ditunda. Karena sesuai dengan arahan, penanganan covid-19 menjadi yang utama," tandasnya. (X-15)

BERITA TERKAIT