07 April 2020, 14:44 WIB

AS Gencar Uji Coba Vaksin, Trump: Ada Secercah Harapan


Nur Aivanni | Internasional

BEBERAPA hari ke depan dunia masih bertarung melawan virus korona (covid-19), namun Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memberi alasan kepada warganya untuk tetap berharap di tengah pandemi.

"Ada cahaya yang luar biasa di ujung terowongan," ujar Trump dalam konferensi pers dari Gedung Putih, Senin (6/4) waktu setempat.

Trump mengatakan saat ini terdapat sepuluh perusahaan sedang melakukan uji coba penelitian dan pengembangan vaksin. Beberapa pengujian terlihat sukses.

Baca juga: Hadapi Covid-19, Trump Tanda Tangani Paket Stimulus US$2 Triliun

"Tapi mereka harus melalui proses dan itu akan menjadi proses cepat, berdasarkan apa yang dikatakan FDA (Food and Drug Administration) kepada saya," tukasnya.

Sebanyak 15 penelitian vaksin potensial lainnya yang tengah berjalan menuju tahap uji klinis, "Jadi mereka maju dengan cepat," tambahnya.

Pernyataan Trump menegaskan apa yang disampaikan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus. Tedros mengatakan penelitian untuk mengembangkan vaksin dan perawatan melawan virus korona mengalami kecepatan luar biasa.

Baca juga: Thailand Perpanjang Larangan Penerbangan Internasional

Lebih dari 70 negara bergabung dalam uji coba bersama WHO, untuk mempercepat penelitian vaksin untuk melawan pandemi. Sekitar 20 lembaga dan perusahaan berlomba untuk mengembangkan vaksin.

"Genom virus dipetakan pada awal Januari dan dibagikan secara global yang memungkinkan tes untuk dikembangkan dan penelitian vaksin dimulai," ujar Tedros dalam konferensi pers di markas WHO.

Bulan lalu, negara bagian New York memulai uji klinis pertama berskala besar. Otoritas melihat hydroxychloroquine sebagai pengobatan yang berpotensi untuk menyembuhkan virus korona, setelah mendapat persetujuan dari FDA. Klorokuin menarik banyak perhatian setelah penelitian kecil terhadap 36 pasien covid-19 di Prancis dipublikasikan pada 17 Maret lalu. Penelitian menunjukkan sebagian besar pasien bersih dari virus korona pascapenggunaan klorokuin. (CNBC/OL-11)

 

BERITA TERKAIT