07 April 2020, 11:40 WIB

Jepang akan Tetapkan Keadaan Darurat Covid-19


Basuki Eka Purnama, Haufan Hasyim Salengke | Internasional

PERDANA Menteri Jepang Shinzo Abe, Selasa (7/4), akan mengumumkan keadaan darurat di sebagian wilayah, termasuk Tokyo, saat angka kasus covid-19 melonjak.

Abe mengumumkan rencana itu pada Senin (6/4) mengacu pada meningkatnya angka infeksi baru covid-19, terutama di kawasan urban seperti Tokyo dan Osaka.

Pemerintah Jepang mendapatkan persetujuan menyatakan keadaan darurat pada Selasa (7/4) pagi dari gugus tugas covid-19.

Baca juga: Denmark Mulai Redakan Pembatasan Covid-19

Pernyataan keadaan darurat itu akan memberi kuasa kepada gubernur di tujuh wilayah Jepang untuk memaksa warga tetap tinggal di rumah dan perusahaan untuk menghentikan kegiatan mereka.

Abe disebut akan secara resmi menyatakan keadaan darurat pada hari ini dan status itu akan berlaku mulai tengah malam.

Langkah pemerintah Jepang itu masih lebih ringan dibandingkan kebijakan lockdown di beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat karena tidak memiliki mekanisme memaksa atau pun hukuman bagi mereka yang melanggar.

Namun, pakar dan pemimpin lokal mendesak pemerintah Jepang untuk menetapkan keadaan darurat itu saat 80% warga 'Negeri Matahari Terbit' itu yang disurvei oleh TBS pada akhir pekan mendukung.

Tujuh wilayah yang akan terpengaruh kebijakan keadaan darurat itu adalah Tokyo, Chiba, Kanagawa, Saitama, Osaka, Hyogo, dan Fukuoka.

Kebijakan keadaan darurat itu diperkirakan akan berlaku selama satu bulan.

Kebijakan keadaan darurat itu diambil setelah pemerintah mendapat tekanan dari pakar medis seiring Tokyo melaporkan 148 kasus baru covid-19 pada Minggu (5/4). (AFP/OL-1)

 

BERITA TERKAIT