07 April 2020, 10:53 WIB

Banjir Genangi Ratusan Rumah Warga di Jambi


Solmi | Nusantara

HUJAN lebat disertai angin kencang mengguyur hampir seluruh wilayah Provinsi Jambi dalam dua hari terakhir, menyebabkan sejumlah permukiman dan akses jalan umum di beberapa desa di Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin terendam banjir.

Banjir terparah terjadi di Desa Nalo Gedang dan Desa Nalo Baru. Selain menggenangi lahan pertanian dan puluhan rumah warga, banjir setinggi pinggang menutupi beberap ruas jalan penghubung antardesa dan akses menuju pusat kecamatan. Menurut Jefri, warga setempat, selain limpasan air hujan, banjir dipicu meluapnya Sungai Tantan. 

"Semenjak sore dan sepanjang malam tadi hujan lebat. Jalan menuuju kedua desa itu tidak bisa dilalui orang dan kendaraan. Melihat cuaca yang masih mendung, dan potensi banjir kiriman dari wilayah hulu, banjir bakal memburuk, dan perlu perhatian dari pemerintah untuk membantu," kata Jefri, Selasa (7/4).

Tidak hanya di Kabupaten Merangin. Hujan lebat yang melanda sepanjang Minggu dan Senin malam,  juga menyebabkan permukiman warga di Kabupaten Muarojambi kebanjiran.  Seperti di Desa Mendalo Darat, Kabupaten Muarojambi. Ratusan rumah warga di dua wilayah rukun tetangga di sekitar Perumahan Kembar Lestari dan Perumahan Namura terendam.

Menurut Kepala BPBD Kabupaten Muarojambi M Zakir, dari laporan yang dia terima dari timnya yang sudah turun melihat ke lokasi banjir Senin (7/4) pagi, mengatakan selain merendam akses jalan banjir menggenangi sedikitnya 200-an rumah warga di Perumahan Kembar Lestari dan sekitarnya.

"Daerah itu memang langganan bajir karena berada di daerah kerendahan, dan sistem drainasenya tidak mampu menampung setiap ada hujan lebat," kata Zakir.

baca juga: UMKM di Temanggung Mulai Terpuruk di Tengah Pandemi Covid-19

Berdasarkan pemantauan Media Indonesia cuaca di Kota Jambi dan sejumlah kabupaten di Jambi, hingga Selasa pagi masih mendung. Pihak BMKG Sultan Thaha Jambi memprediksikan hujan lebat disertai angin kencang dan petir masih bakal terjadi hampir di seluruh wilayah Jambi. Menurut prakirawan BKMG Jambi Kurnianingsih, kondisi cuaca tersebut berpotensi menimbulkan bencana banjir dan tanah longsor. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT