07 April 2020, 10:33 WIB

UMKM di Temanggung Mulai Terpuruk di Tengah Pandemi Covid-19


Tosiani | Nusantara

USAHA Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Temanggung Jawa Tengah terpuruk akibat Covid-19. Banyak usaha yang berhenti beroperasi sejak lebih dari dua pekan terakhir lantaran terdampak Covid-19. 

Seperti diakui Mukidi,45, pemilik usaha Rumah Kopi Mukidi Temanggung ini telah menutup tiga gerai kopinya, yakni di Bulu, Pringsurat dan Growo. Penutupan ia lakukan lantaran kondisi usaha memang lesu, serta untuk menghindari kerumunan orang yang dapat memudahkan penyebaran wabah korona.

"Sementara saya hanya melayani pemesanan kopi bubuk dengan penjualan secara online saja,"ujar Mukidi, Selasa (7/4). 

Penutupan tiga gerai usahanya itu, diakui Mukidi berdampak amat serius bagi kelangsungan bisnisnya. Namun demikian, Mukidi enggan menyebut jumlah kerugian yang ia tanggung.

"Iya saya mengalami kerugian cukup besar," kata Mukidi.

Waktu luang yang ia miliki selama menutup bisnisnya digunakan Mukidi untuk berkebun untuk memaksimalkan lahan pertaniannya. Semula ia hanya menanam kopi dan sesekali tembakau jika sudah masuk musimnya. Sekarang ia menambah komoditas buah alpokat, vanili, dan tanaman kelor.

baca juga: Anggaran Kegiatan Tidak Terkait Covid-19 Dihapus

"Ini juga masih akan nyari bibit kemukus untuk ditanam. Saya berharap pageblug atau wabah korona ini segera berakhir," ujar Mukidi.

Iis,29, pengelola kafe di kawasan Temanggung kota juga menutup unit usahanya selama pandemi korona berlangsung. Kini ia berjualan kopi secara online. Ia bahkan bersedia mengantar dagangannya langsung pada para pemesan di kawasan sekitar Temanggung.

"Semuanya saya jual melalui online," katanya. (OL-3)

BERITA TERKAIT