07 April 2020, 09:42 WIB

PKS Akui Kalah Pilwagub Karena Jadi Oposisi Tunggal


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

KETUA Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Mohammad Arifin, mengakui kekalahan pihaknya dalam pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta disebabkan implikasi politik nasional.

Setiap kebijakan atau keputusan yang diambil fraksi DPRD DKI Jakarta dikatakannya sangat tergantung pada kebijakan di tingkat pusat.

"Saya melihatnya karena dampak di tingkat nasional itu. PKS kan sendirian jadi oposisi. Jadi masalah politik di DPRD dan logika publik itu sering berbeda," pungkas Arifin di Jakarta, Senin (6/4).

Baca juga: Riza Patria Jadi Wagub DKI, Ketua DPRD Berikan Selamat

PKS, sebut Arifin, sudah menerima hasil pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta, yang menyatakan Ketua DPP Gerindra, Ahmad Riza Patria, menang telak dari politikus PKS, Nurmansjah Lubis.

Lebih lanjut, dia mengklaim bahwa hasil survei sebenarnya menunjukkan publik ingin Nurmansjah menjadi pendamping Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

"Meski surveu publik juga sebut (Nurmansjah) memiliki elektabilitas tertinggi. Tapi, itulah hasil proses demokratis di DPRD. Antara logika perpolitikan di DPRD dan publik tentunya berbeda," tukas Arifin.

Baca juga: DPRD Optimistis Riza Patria akan Dilantik dalam Dua Pekan

Nurmansjah sendiri mengaku bakal mendukung penuh kinerja Riza, yang mendampingi Anies dalam dua tahun ke depan. Penanganan pandemi virus korona (covid-19) menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi DKI.

"Saya sampaikan selamat Bang Riza Patria yang menjadi Cawagub DKI terpilih. Mudah-mudahan secara support penuh akan mendukung Bang Anies menjalankan roda pemerintahan di DKI Jakarta. Korona virus ini menjadi persoalan sangat serius yang harus ditangani," kata Nurmansjah.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT