07 April 2020, 09:15 WIB

Wasit Putar Otak untuk Penuhi Kebutuhan


RAHMATUL FAJRI | Sepak Bola

DITUNDANYA Liga 1 akibat pandemi global virus korona (covid-19) tak hanya merugikan pemain dan klub. Wasit sebagai pengadil pertandingan juga menjadi pihak yang paling terdampak.

Salah satu wasit Liga 1, Thoriq Alkatiri, mengatakan dengan tidak adanya pertandingan, otomatis dirinya dan rekan wasit yang lain juga tidak mendapatkan pemasukan.

“Kalau kompetisi dihentikan, otomatis kita enggak dapat job karena gak ada pertandingan. Kita tidak mesti nunggu penjelasan dari PSSI soal ini, kita juga paham,” kata Thoriq ketika dihubungi, kemarin. *Untuk menyiasati tidak adanya pemasukan, Thoriq yang memegang lisensi FIFA mengaku harus memutar otak untuk tetap memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Untuk memenuhi kebutuhan seharihari, bisa dari tabungan atau apalah yang bisa digunakan.

Dalam kondisi yang tidak jelas begini juga susah mencari usaha lain,” kata dia. *Senada dengan Thoriq, wasit Liga 1 lainnya, Nusur Fadilah, mengaku juga tengah berjuang di tengah situasi sulit. Ia berharap ada kebijakan yang terbaik dari Komite Wasit dan PSSI mengenai nasib wasit yang menganggur. “Gaji kemarin (Maret) sudah sekali, itu tidak cukup karena banyak keperluan juga. Semoga nanti ada pembahasan dari PSSI dan Komite Wasit mengenai nasib kami,” kata Nusur.

Di lain sisi, Ketua Komite Wasit Sonhadji mengaku juga prihatin dengan kondisi wasit selama liga ditunda. Ia mengaku sedang mencari solusi terbaik untuk wasit di tengah kondisi keuangan yang sulit.

“Sudah sepekan diskusi di LIB dan PSSI, tapi memang kondisi keuangan kan dari sponsor. Sekarang sponsor juga belum pada bayar dan nunggu perkembangan,” kata Sonhadji.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengaku tengah mencari solusi mengenai nasib para wasit saat liga berhenti karena pandemi global virus korona (covid-19). “Soal situasi memang berdampak bagi semuanya, termasuk wasit. Ditambah juga liga berhenti dan sponsor juga menghentikan pembayarannya,” kata Iriawan, kemarin. (Faj/R-3)

BERITA TERKAIT