07 April 2020, 08:50 WIB

Harga Transfer Diprediksi Jatuh


RAHMATUL FAJRI | Sepak Bola

PARIS Saint-Germain (PSG) dikabarkan akan mempertahankan Neymar dan Kylian Mbappe paling tidak hingga semusim ke depan.

Alasan Le Parisiens enggan melepas Neymar dan Mbappe ialah karena diperkirakan biaya transfer mereka bakal anjlok setelah krisis keuangan akibat pandemi global virus korona (covid-19).

Neymar, seperti diketahui, menjadi target utama Barcelona pada bursa transfer musim panas ini. Barcelona rela menukar Antoine Griezmann untuk mendapatkan Neymar.

Sementara itu, Mbappe juga kerap dikaitkan dengan raksasa Spanyol, Real Madrid.

Untuk Neymar, kali ini PSG dikabarkan bergeming. Media Prancis, L'Equipe, melaporkan PSG tak mau rugi karena biaya transfer Neymar bakal jatuh. Saat ini, dilansir dari transfermarkt, nilai transfer Neymar diperkirakan turun hingga 160 juta euro atau Rp2,8 triliun dari harga 220 juta euro atau Rp3,9 triliun ketika atlet asal Brasil itu hijrah dari Camp Nou. Nilai sekarang diprediksi bisa turun lagi setelah wabah korona mereda.

Sementara itu, Mbappe cenderung memiliki nilai jual yang lebih mahal, yakni sekitar 200 juta euro atau Rp3,5 triliun. PSG disebutkan menolak untuk kehilangan Mbappe.

Pemain berusia 21 tahun itu menjadi pemain penting dan PSG tidak akan melepasnya begitu saja. Musim ini, Mbappe telah mencetak 30 gol dan 17 assist dalam 33 laga di semua kompetisi. Presiden Bayern Muenchen Herbert Hainer mengatakan nilai transfer pemain memang akan mengalami penurunan signifikan setelah pandemi korona. *"Meski sulit untuk memprediksi, sangat jelas akan ada perubahan. Saya setuju biaya tranfer akan turun. Itu sangat logis," kata Hainer kepada Bayern 51, dilansir dari Mirror, kemarin.

Hainer mengatakan selama kompetisi ditunda, klub di seluruh dunia tidak mendapatkan pendapatan. Selain itu, klub juga akan melakukan pemotongan gaji untuk menjaga finansial klub.

Dengan menurunnya pemasukan dan memilih menjaga stabilitas fi nansial membuat klub-klub diprediksi tidak akan banyak terlibat dalam bursa transfer. Ia juga memprediksi harga transfer gila-gilaan yang dimulai ketika PSG menebus Neymar pada 2017 tidak akan terjadi lagi. "Ketika pemasukan klub menurun, sedikit uang yang beredar. Mengingat dampak ekonomi dari krisis virus korona yang melanda kehidupan masyarakat seharihari, harga transfer gila-gilaan akan perlahan menghilang," kata Hainer.

 

Kembali digelar

Liga Primer Inggris yang sedang disetop akibat adanya wabah korona direncanakan kembali bergulir pada Juni setelah mendapat lampu hijau dari pemerintah.

Liga boleh kembali digelar di bawah pengawasan ketat sambil berharap kasus covid- 19 semakin mereda. Sambil menunggu situasi kembali normal, klub Liga Primer dan pemerintah juga membahas kemungkinan laga digelar tanpa penonton. Pemain juga dijauhkan dari keramaian dan menjaga kesehatan mereka.

Pihak klub dan pemerintah juga membahas kemungkinan menyiarkan semua pertandingan secara gratis agar penonton tidak datang ke stadion. Namun, rencana itu masih dibicarakan dengan Sky dan BT Sport selaku pemegang hak siar. Dengan adanya rencana ini, pihak klub juga sepakat akan mengumpulkan pemain pada Mei untuk persiapan melanjutkan kompetisi. (Goal/R-3)

BERITA TERKAIT