07 April 2020, 04:09 WIB

Dikritik Fans, Liverpool Batal Pakai Jaminan Pemerintah


Ant | Sepak Bola

SETELAH menuai kritik lantaran berencana menggunakan jaminan pemerintah Inggris untuk membayar karyawan dirumahkan, Liverpool membatalkan niat tersebut dan meminta maaf kepada fans The Reds.

Permintaan maaf itu disampaikan oleh CEO Liverpool Peter Moore yang mengakui bahwa pihaknya salah mengambil keputusan dari tiga opsi yang tersedia mengenai bayaran para karyawan yang dirumahkan.

"Kami sadar telah mengambil keputusan keliru pekan lalu mengumumkan berencana mengajukan Skema Retensi Virus Corona pemerintah dan merumahkan karyawan selama masa penangguhan Liga Premier, kami memohon maaf sebesar-besarnya atas itu," kata Moore dalam suratnya yang disiarkan laman resmi Liverpool, Selasa, (7/4).


Moore menegaskan Liverpool masih berkomitmen untuk tetap memastikan para karyawan tidak terbelit dalam kesulitan ekonomi karena pandemi virus korona.

"Oleh karena itu, kami akan mencari jalan alternatif untuk tetap beroperasi kendati tidak ada pertandingan dan memastikan tidak akan mengajukan jaminan dari pemerintah," tulis Moore.

Liverpool sebelumnya berencana merumahkan para karyawannya karena dampak pandemi virus corona membuat Liga Premier tertangguhkan.

Selama dirumahkan, rencananya para karyawan tetap mendapat bayaran yang diperoleh dari jaminan pemerintah Inggris. 

Namun, langkah itu disambut hujan kritik dari para suporter yang menilai klub tidak layak mengajukan hal serupa mengingat pendapatan mereka yang besar.

Mantan pemain mereka Jamie Carragher merupakan salah satu pengkritik rencana manajemen klub yang sudah puasa gelar Liga Inggris selama tiga dekade itu. (OL-8).

BERITA TERKAIT