06 April 2020, 21:25 WIB

BKPM Sebut Bantuan bagi Indonesia dari Investor Terus Mengalir


Despian Nurhidayat | Ekonomi

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh perusahaan asal Korea Selatan LG Internasional terkait pemberian 50 ribu Polymerase Chain Reaction (PCR)  diagnostic test kit kepada Indonesia.

Menurutnya, 50 ribu PCR ini akan didistribusikan kepada Kementrian BUMN, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan beberapa daerah yang membutuhkan.

"Nanti yang akan kita kirim ini 20 ribu ke BNPB, 5 ribu untuk Jawa Barat, 20 ribu kepada BUMN dan 5 ribu Bekasi dan Depok untuk mengcover teman-teman pabrik pengusaha korea di sana lebih," ungkapnya dalam video conference, Senin (6/4).

Lebih lanjut, Bahlil mengatakan bahwa ini merupakan bantuan tahap pertama bagi Indonesia. Pasalnya, menurut Bahlil sudah ada beberapa investor yang juga tengah antre untuk memberikan bantuan kepada Indonesia.

Salah satunya Bahlil memberikan bocoran pada tanggal 7 April 2020 nanti akan ada bantuan berupa paket makanan bergizi yang akan didistirbusikan kepada para korban atau pun tenaga medis yang tengah berjibaku mengatasi pandemi covid-19.

"Ini bantuan tahap pertama dan ada beberapa investor yang akan memberikan bantuannya. Nanti tanggal 7 (April) kita juga akan dapat bantuan 10 ribu paket makanan bergizi selama 25 hari. Jadi totalnya akan ada sekitar 250 ribu," lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama Menteri BUMN Erick Thohir juga mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh BKPM dan juga LG Internasional. Menurutnya PCR ini akan sangat berguna bagi masyarakat terlebih untuk beberapa rumah sakit BUMN yang telah beralih fungsi menjadi rumah sakit penanganan covid-19.

Erick menyebut dari total 65 rumah sakit binaan BUMN, sebanyak 25 rumah sakit telah dialih fungsikan menjadi rumah sakit penanganan covid-19. Rinciannya rumah sakit binaan BUMN tersebut mampu menampung sebanyak 2.411 pasien yang terpapar covid-19.

"Karena itu kita akan terus lakukan pengadaan (alat kesehatan) baik sendiri maupun melalui sumbangan. Karena kalau nanti kebutuhan cukup, bukan berarti BUMN akan ego sektoral tapi tetap akan didistribusikan. Karena baik dari BUMN maupun BNPB kami saling support," tambah Erick.

Sementara itu, Inspektur Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Tetty Saragih menyebutkan bahwa saat ini sebanyak 105 ribu APD sudah masuk BNPB per hari ini. Dengan adanya tambahan 50 ribu PCR tentunya akan sangat membantu penanganan covid-19.

"PCR ini seperti yang kita ketahui tingkat akurasi sangat tinggi dan kami apresiasi betul bantuan ini. PCR ini juga butuh penyimpanan di bawah minus 20 derajat yang nantinya barang ini akan kami titipkan di storage BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan)," pungkas Tetty.

Dia pun menyebutkan bahwa seluruh barang yang masuk gugus tugas penanganan covid-19 akan dikelola satu pintu dan pihak dari BNPB akan mensisir daerah yang membutuhkan. Nantinya baik APD maupun PCR akan diberikan ke tiap Provinsi dan akan didistribusikan ke Daerah masing-masing. (E-1)

BERITA TERKAIT