06 April 2020, 20:45 WIB

Jepang Tetapkan Keadaan Darurat, Siapkan Stimulus Rp16.351 T


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

JEPANG akan mendeklarasikan keadaan darurat di Ibu Kota Tokyo dan enam wilayah lain dalam upaya untuk mengatasi penyebaran virus korona yang cepat.

Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan langkah itu bisa ditetapkan pada Selasa (7/4). Dia juga mengumumkan rencana paket stimulus besar U$990 miliar (Rp16.351 triliun) untuk membantu ekonomi Jepang mengatasi dampak virus.

Jepang memiliki jumlah infeksi yang relatif kecil dibandingkan dengan negara lain, tetapi ada kekhawatiran lonjakan mendadak kasus di Tokyo dapat menyebabkan wabah besar di kota terbesar di dunia.

Baca juga: Jepang Segera Umumkan Status Darurat Pandemi Virus Covid-19

Sejauh ini Jepang telah mengonfirmasi 85 kematian. Di Tokyo sekarang tercatat lebih dari 1.000 kasus yang dikonfirmasi, lebih dari dua kali lipat jumlah seminggu yang lalu.

“Keadaan darurat akan berlangsung sekitar satu bulan,” kata Abe. Langkah itu akan mencakup Tokyo, Osaka, dan lima prefektur lainnya.

Gubernur prefektur akan memiliki wewenang untuk menutup sekolah dan bisnis, tetapi otoritas tidak akan memiliki otoritas hukum untuk memerintahkan warga untuk tinggal di rumah.

"Di Jepang, bahkan jika kami menyatakan keadaan darurat, kami tidak akan menutup kota-kota seperti yang terlihat di negara-negara asing. Para ahli mengatakan kepada kami tidak perlu untuk langkah seperti itu," kata Abe. (BBC/OL-4)

BERITA TERKAIT