06 April 2020, 20:28 WIB

DPD RI Pilih Kawal Kebijakan Daerah, Ketimbang Kritik Pemerintah


mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

KETUA DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengatakan, di tengah situasi yang serba mendesak, DPD sebagai wakil daerah lebih memilih bekerja di daerah untuk memastikan kebijakan-kebijakan yang sudah diambil pemerintah pusat bisa dirasakan daerah, ketimbang sibuk mengkritisi kebijakan itu sendiri.  

Menurut LaNyalla, dirinya berulang kali dalam setiap kesempatan, selalu meminta semua senator yang sekarang sedang berada di 34 provinsi, untuk bekerja aktif memastikan daerah telah mendapat atau merasakan kebijakan yang telah diambil pemerintah pusat.

Kebijakan tersebut mulai dari penerapan protokol penanganan Covid-19, distribusi alat kesehatan hingga alat pelindung diri (APD) tenaga medis, serta dana re-alokasi APBN. Termasuk kebijakan terhadap dunia usaha dan jaring pengaman sosial.  

“Saya pikir hari-hari ini yang dibutuhkan adalah kebersamaan kita dalam bekerja, bukan perdebatan. Yang dibutuhkan adalah langkah aksi yang bermuara kepada satu tujuan, yaitu meminimalisir korban dan dampak, dengan menjalankan apa yang sudah diputuskan pemerintah seoptimal mungkin. Caranya, semua komponen mengambil peran masing-masing menuju satu tujuan tadi,” ujar LaNyalla, Senin (6/4/2020).

Ia menegaskan bahwa yang dibutuhkan pemerintah sekarang adalah masukan dan informasi lapangan yang akurat. "Sehingga bisa melengkapi data di pusat komando yang ada di BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencanadan Kemenkes sebagai gugus tugas penanggulangan Covid-19. Sehingga pusat komando terbantu dalam memetakan serta memitigasi penyebaran virus ini," paparnya.  

Mengenai kritik kepada pemerintah yang belakangan ini marak di media, LaNyalla menyatakan hal itu sebagai sesuatu yang wajar. Menurutnya, di semua negara, pemerintah sedang mendapat kritik dalam konteks penanganan pandemi Covid-19. Karena Covid-19 ini selain memang bersifat massif, penyebarannya juga begitu cepat. 

“Negara adidaya saja merasakan, Amerika Serikat misalnya, kita bisa lihat sendiri. Karena bencana ini memang dahsyat. Tidak saja menghajar dunia kesehatan, tetapi sekaligus sektor ekonomi makro dan mikro. Ini yang membuat banyak negara yang kelimpungan,” ungkapnya.

Karena itu, lanjutnya, dirinya meyakini hari-hari ini bukanlah saat yang tepat untuk berdebat. Tetapi saat yang tepat untuk turun tangan dengan satu fokus, semua pihak hasru menjalankan sesuai peran dan fungsi masing-masing dengan mengikuti apa yang sudah diputuskan pemerintah.

 “Saya percaya dengan kita semua kompak, Indonesia akan mampu melewati masa kritis. Kita kembalikan kepada niat kita masing-masing,” ujarnya. (OL-09)

BERITA TERKAIT