06 April 2020, 15:55 WIB

639 Warga Meninggal Dikubur dengan Protap Penyakit Menular


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta hingga hari ini telah melakukan pemulasaran sebanyak 639 jenazah dengan prosedur tetap (protap) penyakit menular. Dari 639 jenazah, sebanyak 126 jenazah merupakan jenazah orang yang dinyatakan positif covid-19.

Angka ini melonjak lebih dari dua kali lipat semenjak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan pertama kalinya jumlah jenazah yang dikuburkan dengan protap penyakit menular. Saat itu (sepekan lalu) ada 283 jenazah.

Namun, banyak jenazah orang dalam pemantauan (ODP) atau pasien dalam pengawasan (PDP) yang belum diketahui statusnya terkait covid-19 karena sudah meninggal sebelum hasil tes keluar.

"Hingga hari ini ada 621 jenazah sampai jam 8.30 pagi yang ditangani penguburannya dengan protap penyakit menular. Lalu, pada jam 12.30 WIB korban sudah bertambah menjadi 639 orang," kata Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Susi Marsitawati dalam konferensi pers di Balai Kota, Senin (6/4).

Susi menegaskan dalam melakukan pemulasaran, petugas tidak mengetahui status positif atau negatif jenazah. Petugas hanya menerima pemulasaran dari petugas kesehatan yang membawa dari rumah sakit.

"Bahwa yang kami tekankan adalah jenazah dari keterangan rumah sakit. Kami tidak tahu covid-19 negatif atau positif. Saya menerima SOP yang terkena covid-19 dengan memakai kantong jenazah," ungkapnya.

Baca juga: Tak Bisa Menulari, Jangan lagi Tolak Jenazah Pasien Covid-19

Susi juga menegaskan pihaknya tidak memilih dalam mengurus jenazah. "Kami menerima seluruh jenazah, baik yang meninggal akibat covid-19 maupun penyebab lainnya dari semua fasilitas kesehatan selama petak makam masih tersedia," ungkapnya.

Sementara itu, sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam konferensi pers di Balai Kota pada Senin, 30 Maret lalu mengungkap potensi banyaknya warga yang meninggal akibat covid-19 lebih dari yang resmi tercatat. Pasalnya, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota mencatat adanya peningkatan terhadap perlakuan pemulasaran jenazah dengan protap penyakit menular setelah wabah virus itu merebak di Jakarta. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT